Jemaah Haji Indonesia Diimbau Tak Paksakan Diri Mencium Hajar Aswad

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Konsultan Ibadah PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah KH Ahmad Wazir mengimbau agar jemaah haji Indonesia tak perlu memaksakan diri mencium batu suci Hajar Aswad di Kakbah.

Menurut Kiai Ahmad, jemaah sebaiknya memperhatikan keamanan dirinya saat berhaji, dan juga mempertimbangkan faktor kesehatan.

Benar, mencium Hajar Aswad banyak manfaat dan keutamaannya. Secara syariat, mencium batu tersebut adalah sunnah, karena Rasulullah SAW dan sahabatnya melakukan hal tersebut.

Namun, Ahmad mengingatkan, kondisi zaman nabi beda dengan zaman sekarang. Saat itu, penduduk masih sedikit, sedangkan saat ini sudah membludak. Maka jemaah diminta memperhatikan faktor kesehatan serta keamanan diri sendiri.

“Dalam Islam juga menjaga kesehatan dan keamanan juga ditekankan. Jadi intinya, kalau sampai mengejar sunah, mencium Hajar al-Aswad dengan cara-cara tidak terpuji, seperti dengan cara sikut-menyikut, menginjak-injak, itu haram hukumnya.” kata Kiai Ahmad, Senin 22 Juli 2019.

Selain itu, Kiai Ahmad juga mengimbau agar jamaah haji perempuan tidak sampai terburu-buru ke Hajar al-Aswad bila sampai meninggalkan pendampingnya. Sebab, di dekat sana akan banyak laki-laki sehingga dikhawatirkan terjadi persinggungan antara laki-laki dan wanita. Hal itu haram hukumnya.

Berita Terbaru

Bansos Pangan Beras dan Minyak Goreng Jadi Penyangga Kesejahteraan Masyarakat

Oleh : Andhika RachmaPemerintah terus memperkuat perlindungan sosial melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras dan minyak goreng sebagai langkah menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi harga kebutuhan pokok. Program tersebut menjadisalah satu instrumen penting negara dalam memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama bagi kelompok rentan dan keluarga berpenghasilan rendah. Kehadiran bansos pangantidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berperan menjagastabilitas sosial dan memperkuat ketahanan pangan nasional.Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersamaPerum Bulog terus mempercepat distribusi bantuan pangan ke berbagai wilayah di Indonesia. Penyaluran bantuan ini menyasar lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM) denganalokasi bantuan berupa beras dan minyak goreng yang diberikan secara bertahap. Pemerintahmenilai program bansos pangan menjadi langkah strategis untuk mengurangi tekanan ekonomimasyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di pasar.Program bantuan pangan tersebut juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjagakeseimbangan antara perlindungan sosial dan stabilitas ekonomi nasional. Di tengah tantanganglobal seperti ketidakpastian rantai pasok pangan dunia dan gejolak harga komoditasinternasional, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadapkebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Bantuan beras dan minyak goreng menjadi bentuknyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari dampak inflasi pangan yang dapatmemengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga.Pemerintah bahkan telah menyiapkan anggaran mencapai Rp11,92 triliun untuk mendukungpenyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng pada tahun 2026. Anggaran tersebutdigunakan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan tersebutbertujuan memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.Penyaluran bansos pangan juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi nasional. Pemerintah memahami bahwa kenaikan harga bahan pangan dapat memberikan tekananlangsung terhadap masyarakat kecil. Oleh karena itu, distribusi bantuan beras dan minyak goreng dilakukan bersamaan dengan upaya menjaga pasokan pangan nasional tetap aman. Dengan stokcadangan beras pemerintah yang terus diperkuat, Indonesia dinilai memiliki kemampuanmenjaga stabilitas pangan di tengah tantangan global.Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa program bantuan pangan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat. Pemerintahberupaya memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan secara cepatdan merata. Penyaluran bansos pangan dinilai mampu membantu meringankan bebanpengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat dengan pendapatan terbatas yang sangat terdampak oleh perubahan harga kebutuhan pokok.Selain membantu masyarakat penerima manfaat, program bansos pangan turut memberikandampak positif terhadap stabilitas pasar domestik. Ketika distribusi bantuan berjalan efektif, tekanan terhadap lonjakan harga beras dan minyak goreng dapat ditekan sehingga kondisi pasar menjadi lebih stabil....
- Advertisement -

Baca berita yang ini