Jelang Seri 2 Kompetisi Liga 1, Prokes Jangan Kendor

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengingatkan pentingnya tetap patuh dan taat pada penerapan protokol kesehatan (prokes) saat seri 2 kompetisi Liga 1.

Akhir pekan depan akan dilangsungkan pertandingan kompetisi Seri 2 Liga 1 2021/2022. Lanjutan kompetisi strata tertinggi di tanah air tersebut akan digelar di beberapa stadion yang terletak di provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sesuai dengan jadwal yang sudah diinformasikan kepada semua kontestan Liga 1 2021/2022, seri 2 akan dimulai pada Jumat, 15 Oktober 2021. Seperti halnya seri 1, akan ada sembilan pertandingan pada tiap pekannya.

PT LIB terus mengingatkan pentingya menerapkan prokes ketat. Bukan hanya pada pemain, pelatih, tim medis atau perangkat pertandingan, namun juga berlaku untuk suporter atau pecinta sepak bola di tanah air.

“Ada ketentuan wajib untuk PCR beberapa hari sebelum bertanding dan wajib tes swab antigen mendekati hari pertandingan. Semua harus mematuhinya,” ujar Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

Bagi suporter atau pecinta sepak bola nasional, tetap patuh pada himbauan seperti semula dengan tidak menggelar kerumunan atau nonton bareng dan tetap mendukung tim dari rumah.

“Jika ada pendapat yang ingin didengar manajemen klub terkait hasil atau performa selama seri 1, sebaiknya dilakukan dengan cara yang menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Itu bisa dengan manajemen klub masing-masing,” ucapnya.

“Ingat, kita semua tetap dipantau pemerintah. Kami mohon jangan mengadakan kerumunan yang dampaknya bisa berpengaruh terhadap bergulirnya Liga 1 2021/2022,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini