Jelang New Normal, Presiden Jokowi Ajak Naikkan Imunitas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menjelang penerapan new normal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat Indonesia menaikkan imunitas dengan cara berolahraga.

“Saya mengajak masyarakat untuk berolahraga dan meningkatkan kesehatan serta imunitas kita,” kata Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu 7 Juni 2020.

Minggu pagi Jokowi bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis jogging di area sekitar Istana Kepresidenan itu.

Ketiganya tampak menerapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan menjaga jarak di antara mereka masing-masing lebih dari satu meter.

Awalnya, mereka berjalan santai mengelilingi Kebun Raya Bogor dari gerbang Istana melintasi Taman Meksiko. Di taman itu terdapat kumpulan spesies tumbuhan iklim kering yang ditata menyerupai habitat aslinya.

Dari taman tersebut, mereka kembali berjalan mengarah ke jembatan merah lalu ke jembatan putih. Rute sejauh 3,5 kilometer pun berakhir di pintu coklat Istana Kepresidenan Bogor.

Setelah sekitar 30 menit berolahraga, Presiden, Panglima TNI, dan Kapolri tiba kembali di Gedung Induk Istana Kepresidenan Bogor dan kemudian berbincang santai sambil menikmati teh di veranda Istana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini