Jasa Marga Klaim Progres Tol Manado-Bitung Sudah 78 Persen

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANADO – Pembangunan tol Manado – Bitung Seksi IIb kini tengah dalam proses. Menurut Direktur Utama PT Jasamarga Manado-Bitung, George Manurung, Progres pengerjaan proyek ini telah mencapai 78 persen.

“Jadi masih ada 28 persen yang harus diselesaikan,” katanya di Manado, Minggu 4 Oktober 2020.

Manurung juga mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah berusaha untuk menyelesaikan seksi IIB ini agar bisa tersambung dan bisa diselesaikan tahun depan. Untuk merampungkan proyek ini, pihaknya masih membutuhkan dana sekitar Rp 700 miliar.

Menurut Manurung, belum tersambungnya pengerjaan fisik di Seksi IIB tersebut karena pembebasan lahan baru mencapai 98 persen, masih ada dua persen yang akan diselesaikan.

“Kita berharap pembebasan lahan bisa secepatnya terselesaikan karena ini akan berpengaruh terhadap proses pengerjaan fisik,” ujarnya.

Asal tahu saja, tol Manado-Bitung dibangun sepanjang 40 kilometer. Sepanjang 26,35 kilometer (ruas Manado-Danowudu) baru saja diresmikan Presiden Jokowi pada 29 September lalu dan telah dioperasikan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini