Jangan Salah Kapra! Ini Perbedaan antara Virus Corona dan Flu Biasa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Wabah virus corona baru atau yang dikenal sebagai 2019-nCoV juga menyerang sistem pernapasan. Gejala penyebarannya sekilas mirip dengan influenza atau flu, tapi tak bisa disamakan begitu saja dong. Lantas apa saja perbedaannya?

Penularan Virus
Ukuran yang digunakan para ilmuwan untuk menentukan seberapa mudah virus menyebar dikenal sebagai ‘angka reproduksi dasar’ atau RO. Flu memiliki nilai RO sekitar 1,3.

Sementara itu, para peneliti masih mencari angka RO untuk virus corona baru. Sebuah studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine memperkirakan nilai RO untuk virus corona berada di angka 2,2.

Namun, penting untuk dicatat bahwa RO tak berupa angka konstan. Perkiraan dapat bervariasi berdasarkan lokasi, tergantung pada berbagai faktor.

Gejala dan Tingkat Keparahan
Baik influenza atau corona sama-sama merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Gejala flu yang khas termasuk di antaranya demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit otot, sakit kepala, pilek atau hidung tersumbat, kelelahan, dan terkadang muntah serta diare. Gejala flu sering muncul tiba-tiba.

Kebanyakan orang yang terkena flu akan sembuh dalam waktu kurang dari dua pekan. Tapi, pada beberapa orang, flu menyebabkan komplikasi, termasuk pneumonia.

Sementara itu, para dokter dan ilmuwan masih berusaha memahami gambaran lengkap tentang virus corona. Dalam penelitian terbaru terhadap 100 orang yang terinfeksi 2019-nCoV disebutkan bahwa gejala yang paling umum ditemukan adalah demam, batuk, dan sesak napas.

Laporan yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet itu juga menuliskan bahwa hanya sekitar 5 persen pasien yang mengalami sakit tenggorokan dan pilek. Hanya 1-2 persen yang melaporkan diare, mual, dan muntah.

Penting untuk dicatat bahwa semua virus yang menyerang pernapasan akan menimbulkan gejala yang sama. Hal ini membuat banyak orang kesulitan untuk membedakan penyakit pernapasan yang satu dengan yang lainnya. Pemeriksaan secara medis sangat disarankan untuk mengenali penyakit lebih jauh.

Pencegahan
Flu dapat dicegah dengan vaksin yang bisa melindungi diri dari infeksi. Sementara itu, hingga saat ini belum ada vaksin untuk mengatasi virus corona.

Namun, para peneliti National Institute of Health Amerika Serikat tengah dalam tahap awal mengembangkan vaksin virus corona. Peneliti berencana melakukan uji klinis tahap 1 pada tiga bulan ke depan.

Secara umum, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan hal-hal berikut untuk mencegah penyebaran virus pernapasan yang mencakup flu dan corona:

– Cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik.
– Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci.
– Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit.
– Tinggal di rumah saat sakit.
– Bersihkan dan disinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini