Jangan Pikirkan Booster Kedua, Fokus Dulu ke Cakupan Penguat Pertama yang Baru 25 Persen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah diminta prioritaskan cakupan vaksinasi booster yang pertama terlebih dahulu, jangan terburu-buru memikirkan booster kedua.

“Booster pertama saja masih belum sampai target,” ujar Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jumat.

Zubairi mengungkapkan khasiat vaksin penguat yang sudah terbukti mampu mencegah kegawatan kepada setiap orang terinfeksi covid-19.

Menurut, saat ini, jangan bias memikirkan lainnya sehingga cakupan booster tidak pernah akan terinfeksi.

Saat ini, cakupan booster Indonesia baru menyuntikkan ke 25 persen penduduk sasaran.

Sementara target vaksinasi di Indonesia adalah 208 juta penduduk.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Reformasi Menyala di Era Prabowo: Dari Disiplin Aparat ke Birokrasi Profesional

*) Oleh : Gavin AsaditReformasi sering terdengar seperti slogan, tetapi di era Presiden Prabowo Subianto, ia mulai diletakkan sebagai agenda kerja yang bisa diukur—terutama pada sektoryang paling menentukan kualitas negara: Polri, TNI, birokrasi, dan penegakan hukum. Komitmen untuk menjaga dan mempercepat reformasi bukan hanya soal merapikanprosedur, melainkan menata ulang watak tata kelola: dari budaya nyaman menjadibudaya akuntabel, dari kekuasaan yang sulit disentuh menjadi kekuasaan yang tunduk pada aturan.Komitmen tersebut selalu ditekankan Presiden Prabowo dalam berbagai agenda pemerintahan, termasuk saat mendorong reformasi menyeluruh di sejumlah lembaga strategis negara. Pemerintah memandang reformasi bukan sekadar...
- Advertisement -

Baca berita yang ini