Jangan Panik! Jumlah PDP Bakal Melonjak Usai Rapid Test

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dalam waktu dekat Pemerintah Jokowi akan melakukan tes massal atau rapid test untuk menjaring orang-orang yang positif terinfeksi virus corona atau covid19. Saat itu jumlah yang dinyatakan positif (pasien dalam pengawasan/PDP) akan melonjak tajam tetapi jangan bikin kita panik.

Sebab hal tersebut juga dilakukan Korea Selatan terhadap 300 ribu orang dalam seminggu sehingga bisa menemukan 8000 kasus positif covid19 dan mereka langsung diisolasi baik mandiri maupun di rumah sakit.

Hal tersebut membuat kurva jumlah orang dengan positif covid19 melandai dan tenaga kesehatan bisa langsung mengambil tindakan sampai mereka berhasil menekan kasus tersebut.

Alasan lain kita tidak perlu panik saat hasil rapid tes nanti Menurut organisasi kesehatan dunia atau WHO, penyakit akibat virus itu terjadi dalam beberapa tingkatan.

Hasil rapid test nanti pada umumnya akan menghasilkan orang-orang positif covid19 dengan tingkatan sedang. Hanya sedikit yang bisa menjadi kritis, tetapi sebagian besar akan sembuh.

Mau lebih jelas dan gampang memahaminya, simak saja video yang diunggah akun youtube Alam Dewata Broadcaster  di bawah judul ‘Ceritera Melawan Covid-19,’ kamu pasti gampang paham;

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini