Jangan Panik! Jumlah PDP Bakal Melonjak Usai Rapid Test

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dalam waktu dekat Pemerintah Jokowi akan melakukan tes massal atau rapid test untuk menjaring orang-orang yang positif terinfeksi virus corona atau covid19. Saat itu jumlah yang dinyatakan positif (pasien dalam pengawasan/PDP) akan melonjak tajam tetapi jangan bikin kita panik.

Sebab hal tersebut juga dilakukan Korea Selatan terhadap 300 ribu orang dalam seminggu sehingga bisa menemukan 8000 kasus positif covid19 dan mereka langsung diisolasi baik mandiri maupun di rumah sakit.

Hal tersebut membuat kurva jumlah orang dengan positif covid19 melandai dan tenaga kesehatan bisa langsung mengambil tindakan sampai mereka berhasil menekan kasus tersebut.

Alasan lain kita tidak perlu panik saat hasil rapid tes nanti Menurut organisasi kesehatan dunia atau WHO, penyakit akibat virus itu terjadi dalam beberapa tingkatan.

Hasil rapid test nanti pada umumnya akan menghasilkan orang-orang positif covid19 dengan tingkatan sedang. Hanya sedikit yang bisa menjadi kritis, tetapi sebagian besar akan sembuh.

Mau lebih jelas dan gampang memahaminya, simak saja video yang diunggah akun youtube Alam Dewata Broadcaster  di bawah judul ‘Ceritera Melawan Covid-19,’ kamu pasti gampang paham;

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini