Peduli Sesama! Sandiaga Uno Bakal Tanggung Biaya Hidup Keluarga Pasien Virus Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Banyak cara yang bisa dilakukan seseorang untuk menunjukan kepeduliannya kepada korban virus corona yang tengah mewabah di Indonesia.

Seperti yang dilakukan pengusaha, mantan cawapres RI, dan pemegang saham PT Saratoga Ivestama Sedaya Tbk (SRTG), Sandiga Salahuddin Uno yang siap menanggung biaya hidup keluarga pasien virus corona.

Sandiaga, lewat akun Instagramnya, @sandiuno, melalui OK OCE Indonesia, bersama Glek, dan Yadas (Yayasan Dana Abadi Surga) ingin membantu warga yang tulang punggung keluarganya berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) atau pun positif corona, sehingga tidak bisa bekerja karena harus dikarantina.

“Dalam sebuah keluarga, peran yang paling penting adalah seorang kepala keluarga atau tulang punggung keluarga,” kata Sandi.

“Bagaimana jika tulang punggung keluarga ini ternyata positif terkena corona dan termasuk dalam PDP atau Pasien Dalam Pengawasan?”

“Sebagai wujud empati dan juga kepedulian, kami dari OK OCE, juga bersama @glek.id, @glekopi dan @yadas.id (Yayasan Dana Abadi Surga) akan menanggung biaya kebutuhan dasar keluarga tersebut hingga pasien dinyatakan sembuh.”

“Insya Allah, pandemi dan badai ini dapat segera kita lalui bersama-sama. Masyarakat, pemerintah dan juga dunia usaha harus berkolaborasi dalam menghentikan penyebaran virus corona.”

Unggahan tersebut sudah di-likes 87.000 orang hingga pukul 23.42 WIB, Sabtu malam, dengan 2.395 komentar.

Dalam slide keduanya di unggahan tersebut, Sandi mengatakan:

“Sebagai wujud empati dan kontribusi kami sebagai warga negara Republik Indonesia yang sedang diuji oleh wabah virus COVID-19. Bagi teman teman yang anggota keluarganya berstatus PDP atau positif corona, silakan menghubungi kami, kami akan menanggung biaya kebutuhan dasar keluarga Anda sementara waktu hingga pasien dinyatakan sehat dan bisa beraktivitas kembali. Data Anda akan kami rahasiakan, 0813-17666606, syarat dan ketentuan berlaku.”

Sandiaga saat ini menjadi salah satu pemegang saham perusahaan induk Grup Saratoga yang dibangun bersama Edwin Soeryadjaya. Tahun lalu, Saratoga Investama membukukan laba bersih Rp 7,3 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya rugi Rp 6,13 triliun.

Saham terbesar SRTG per September 2019, dipegang oleh PT Unitras Pertama 32,72 persen, Edwin Soeryadjaya 31,85 persen, dan Sandiaga Uno 21,51 persen, sementara sisanya publik dan lain-lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini