Jangan Khawatir, Vaksin Covid-19 Kadaluarsa Kurang dari Satu Persen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Masyarakat tidak perlu khawatir dengan vaksin Covid-19 yang kadaluarsa karena kurang 1 persen.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi melalui pesannya, Rabu 2 Februari 2022.

Menurut Nadia, catatan Kementerian Kesehatan ada 18 juta dosis vaksin yang berpotensi kadaluarsa.

“Tidak semuanya kadaluarsa dan masih dalam batas wastage rate,” ujar Nadia.

Wastage rate adalah vaksin sisa, tidak terpakai, rusak dan hilang serta vaksin untuk stok dalam rangka mengurangi kekurangan suplai.

Sejumlah daerah yang sebagian stok vaksinnya nyaris kadaluarsa antara lain Lampung dengan jumlah 170 ribu dosis buatan AstraZeneca.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini