Peneliti LIPI: Jakarta Bakal Diguncang Gempa Magnitudo 9,6

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Alasan utama ibu kota Jakarta harus dipindahkan terungkap. Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengatahuan Indonesia (LIPI) mengatakan bahwa akan ada potensi bencana seismik di pulau jawa.

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Eko Yulianto memprediksi gempa besar yang memicu tsunami besar bisa terjadi dalam kurun waktu 275 tahun ke depan. Gempa ini dipicu oleh zona subduksi di laut Jawa bagian selatan

“Penelitian saya sudah menemukan bukti yang terjadi 400 tahun lalu. Dulu ada gempa raksasa yang memicu tsunami raksasa dan ini akan terjadi lagi,” ujar Eko usai diskusi ‘Tantangan Pemindahan Ibu Kota’ di kantor LIPI, Jakarta, belum lama ini.

Panjang sesar di zona subduksi tersebut sepanjang 1849 kilometer dan berpotensi menghasilkan gempa bumi magnitudo 9,6 SR. Eko menjelaskan gempa bumi dan tsunami Aceh pada 2004 silam disebabkan oleh pergerakan sesar sepanjang 1300 kilometer. Sesar tersebut menghasilkan gempa magnitudo 9,2-9,3 SR.

“Selatan Jawa itu sesarnya lebih panjang dari sesar Aceh sehingga bisa hasilkan gempa yang lebih besar dari Aceh. Kalau gempa terjadi seluruh kota di Pulau Jawa pasti terkena dampak gempa,” katanya.

Ia mengatakan memang belum ada pencatatan dalam sejarah terkait gempa yang bersumber dari sesar di laut Jawa bagian selatan. Akan tetapi berdasarkan hipotesisnya, gempa dengan sumber yang sama akan berulang selama 675 tahun.

Sementara itu, berdasarkan penelitiannya ia menemukan bahwa gempa dengan sumber dari zona subduksi di laut Jawa bagian selatan telah terjadi 400 tahun lalu.

 Selain itu Eko mengatakan Pulau Jawa juga memiliki 285 sesar aktif di darat yang sudah teridentifikasi. Akan tetapi, ia mengatakan bisa saja Pulau Jawa memiliki ribuan sesar.

“Sesar yang teridentifikasi beberapa itu dekat Jakarta. Ada sesar Lembang dan Cimandiri. Ini ancaman untuk Jakarta,” katanya.

Sesar adalah rekahan atau zona rekahan pada batuan yang memperlihatkan peregeseran lempengan di permukaan bumi. Pergeseran sesar bisa terjadi sepanjang garis lurus (translasi) atau terputar (rotasi)

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini