Jadikan Olahraga Alat Pemersatu Bangsa, KONI Pusat Menggandeng MMI

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat melakukan kerja sama publikasi dengan PT Mata Milenial Indonesia (MMI).

Kedua lembaga tersebut percaya bahwa olahraga adalah sarana ampuh memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“MMI dan KONI ini tujuannya satu, bagaimana persatuan dan kesatuan bangsa ini. Kita percaya olahraga dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Ketum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman menerima Direktur Utama PT.Mata Milenial Indonsia (MMI) Sundawan Salya beserta jajarannya, Senin 22 November 2021.

MMI siap bekerja sama dengan KONI untuk menggencarkan publikasi olahraga untuk mendukung lahirnya atlet berprestasi melalui sport intelligence.

Sementara, Sundawan Salya menilai sudah saatnya Indonesia menjadikan olahraga sebagai sebuah industri yang bisa menyejahterakan pelakunya.

“Olahraga itu harus jadi industri, kalau tidak jadi industri ya begitu-begitu saja,” ujar Sundawan.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Tb.Ade Lukman Djajadikusuma, MEMOS; Wakil Kepala bidang (wakabid) Organisasi Gugun Yudinar, Wakabid Mobilisasi Sumber Daya (MSD), Kurniawan, serta Wakabid Media dan Humas, Tirto Prima Putra. Sedangkan dari MMI, Sundawan Salya didampingi Direktur Operasional Ika Firly dan Pemimpin Redaksi MMI, Irwan Ariefyanto. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Indonesia-Singapura dan Jalan Baru Kemitraan Investasi Strategis

Oleh: Ferry Permahadi)*Hubungan Indonesia dan Singapura selama beberapa dekade telah berkembangmenjadi salah satu kemitraan bilateral paling penting di kawasan Asia Tenggara. Selain karena kedekatan geografis, intensitas kerja sama yang terus meningkat juga menjadikan kedua negara memiliki kepentingan strategis untuk memperkuatkolaborasi jangka panjang.Di tengah dinamika ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian, penguatankemitraan bertujuan untuk membangun ekosistem investasi, perdagangan, dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap kesepakatan strategis yang dihasilkan memiliki arti penting bagiarah pertumbuhan ekonomi kawasan.Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Singapura memasuki fase baru yang lebih konkret melalui berbagai kesepakatan yang dihasilkan dalam Leaders' Retreat bersama Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Menurutnya, pertemuan tersebut menghasilkan puluhan kerja sama strategisyang mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, investasi, energi, pertahanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.Ia memandang bahwa hubungan kedua negara bukan hanya menjaga komunikasidiplomatik, tetapi diarahkan untuk menghasilkan implementasi nyata yang mampumemperkuat daya saing ekonomi nasional. Berbagai kesepakatan yang dicapaimenunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjawab tantangan global melaluikolaborasi yang saling menguntungkan.Presiden Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia memandang Singapura sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam pembangunan ekonominasional. Kepercayaan yang terus terbangun selama bertahun-tahun menjadi modal kuat untuk memperluas kerja sama pada sektor-sektor baru yang memiliki nilaitambah tinggi.Komitmen tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan investor internasional. Sebab, ketika hubungan antarnegara dibangun di atas kepercayaandan kepastian kerja sama, iklim investasi akan menjadi lebih kondusif sehinggamampu mendorong masuknya modal baru yang mendukung penciptaan lapangankerja.Bagi Indonesia, kerja sama investasi bukan sekadar menghadirkan aliran modal, tetapi juga membuka akses terhadap teknologi, peningkatan kapasitas sumber dayamanusia, serta pengembangan industri bernilai tambah. Sebaliknya, bagi Singapura, Indonesia menawarkan pasar yang besar dan peluang investasi jangka panjang.Pandangan serupa disampaikan Perdana Menteri...
- Advertisement -

Baca berita yang ini