Catat Nih! Jadwal Lengkap Pemesanan Tiket Kereta untuk Lebaran 2019

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) merilis jadwal pemesanan tiket kereta untuk masa lebaran 2019 ini. Pemesanan dibuka sejak H-90 atau tepat pada tanggal 25 Februari 2019.

Untuk pemesanan tiket pada 25 Februari, yang dijual adalah tiket keberangkatan H-10 lebaran atau pada 26 Mei 2019. Sedangkan untuk keberangkatan H-3 lebaran atau 2 Juni 2019 baru bisa dipesan pada 4 Maret 2019 mendatang.

Tahun ini, PT KAI menyediakan 247.010 kursi per hari untuk keberangkatan kereta. Selama mudik lebaran 2019, kereta yang akan dioperasikan sebanyak 356 KA reguler dan 50 KA tambahan.

“Asumsi puncak arus mudik seluruh bangku tertutup kira-kira H-7. Asumsi penuh kembali pada H+3,” ujar

“Nanti juga akan disediakan kereta tambahan. Untuk saat ini, yang bisa kami sampaikan, asumsi puncak arus mudik, artinya seluruh bangku tertutup, itu kira-kira H-7 pada saat sebelum lebaran, dan diasumsikan penuh kembali pada H+3,” ujar Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro di Jakarta, Minggu 24 Februari 2019.

Berikut jadwal lengkap pemesanan tiket kereta api untuk lebaran 2019:

Berita Terbaru

Negara Membuka Dialog dan Mendengar Aspirasi Mahasiswa

*) Oleh: M. Farhan Akbar Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari terselenggaranya pemilihan umumyang bebas dan adil, tetapi juga dari kemampuan negara membangun komunikasiyang terbuka dengan masyarakat. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisistrategis sebagai kelompok intelektual yang kerap menyuarakan kritik, gagasan, sekaligus solusi terhadap berbagai persoalan bangsa. Kehadiran ruang dialog yang setara antara pemerintah dan mahasiswa menjadi indikator penting bahwa demokrasiberjalan secara substantif, bukan sekadar prosedural. Oleh karena itu, komitmenpemerintah untuk terus membuka ruang komunikasi patut dipandang sebagai langkahyang memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus memperkokohkepercayaan publik.Berbagai capaian pembangunan yang terus diupayakan pemerintah, mulai daripenguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga program pemberdayaanekonomi masyarakat, membutuhkan dukungan situasi yang aman dan kondusif. Karena itu, sinergi antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan masyarakatmenjadi modal penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalan secaraoptimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap aspirasi memilikinilai yang sama, baik berasal dari akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat di daerah terpencil. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapatdilepaskan dari partisipasi publik yang inklusif. Negara yang kuat bukanlah negara yang menutup diri terhadap kritik, melainkan negara yang mampu mendengarpersoalan, mengakui kekurangan, serta menjadikan masukan masyarakat sebagaidasar penyempurnaan kebijakan. Pendekatan seperti ini mencerminkankepemimpinan yang adaptif karena menempatkan dialog sebagai instrumen untukmenghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Selanjutnya, keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa menunjukkanadanya perubahan paradigma dalam hubungan antara negara dan masyarakat sipil. Mahasiswa tidak lagi diposisikan semata sebagai kelompok penekan, tetapi sebagaimitra strategis dalam proses pembangunan nasional. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai kritik dapat diterjemahkan menjadi bahan evaluasi, sedangkanberbagai gagasan dapat diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang konstruktif. Pendekatan kolaboratif seperti ini memperkuat legitimasi kebijakan sekaligusmemperkecil potensi polarisasi yang sering muncul akibat minimnya komunikasiantara pemerintah dan publik.Pandangan tersebut diperkuat oleh Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini