Jadi Ketua Tim Penyusun Anggaran di Jawa Tengah, PNS Ini Mengundurkan Diri

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) memilih keluar dari profesi yang diimpikan banyak orang itu karena ditugaskan sebagai ketua tim penyusun perencanaan anggaran. Dari lambang yang ada di baju dinasnya sepertinya PNS tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Perihal pengunduran dirinya dari abdi negara, PNS dengan nama Mubarok Danishabby melalui akun instagram kaligrafi_danishabby tersebut mengungkapkan alasannya mengundurkan diri dari PNS.

“Dng sistem yg ada rasanya berat sekali tugas ini bisa dijalankan dng benar dan penuh amanah sesuai sumpah yg pernah diucap,” ujar kaligrafi_danishabby dalam keterangannya yang dikutip Selasa 3 Desember 2019.

Kaligrafi_danishabby’s mengungkapkan perasaannya usai mengundurkan diri dari PNS 1 Juli 2019.

“Waktu terasa begitu cepat, tak terasa 5 bulan sudah berlalu.. ,” begitu dia mengawali curhatnya di instagram.

Kaligrafi_danishabby mengungkapkan mengabdi di PNS sudah 14,5 Tahun mengabdi dan memulai karir dari bawah sebagai petugas keamanan kantor pada 2005.

Lima tahun kemudian diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2010, lalu satu tahun kemudian resmi menjadi PNS.

Lalu sejak akhir 2015 hingga Juni 2019 dia ditugaskan sebagai staf di Bagian Keuangan. Karirnya benar-benar moncer karena menjelang mengundurkan diri dia dipercaya sebagai ketua tim administrasi perencanaan anggaran.

Ternyata semakin banyak tahu soal seluk beluk perencanaan anggaran bukan membuatnya semakin berpengalaman.

Namun, kaligrafi_danishabby mengaku wewenangnya tersebut justru membuat dia semakin takut. Alasannya sering mengalami hati dan pikirannya tidak sejalan dalam melaksanakan tugasnya.

“Takut akan pertanggungjawabannya,” dia menegaskan.

Pekerjaan sebagai ASN menurutnya adalah sebuah amanah yang sangat besar karena digaji rakyat dan mengucapkan sumpah di awal menjabat.

Dia mengaku sistem yang ada sekarang menurutnya merupakan tugas yang berat sekali apalagi jika harus diseleraskan dengan sumpah yang pernah diucapkan.

Di akhir pernyataannya kaligrafi_danishabby meminta do’a dari masyarakat agar dia bisa menjadi manusia yang lebih baik setelah keluar dari PNS.

View this post on Instagram

Resign dari ASN . Waktu terasa begitu cepat, Tak terasa 5 bulan sudah berlalu.. . Per 1 Juli 2019 kemarin saya resmi resign dr ASN, 14,5 Tahun mengabdi, Memulai karier dari Tenaga Honorer sebagai Keamanan Kantor di tahun 2005, Diangkat CPNS di Tahun 2010, Dan menjadi PNS di Tahun 2011. . . Akhir 2015 sd Juni 2019 kemarin saya ditugaskan sbg staf di Bagian Keuangan, Mendapat tugas menyusun perencanaan anggaran dari staf biasa hingga menjadi ketua tim admin perencanaan anggaran. . Semakin banyak tahu tentang seluk beluk perencanaan anggaran harusnya buat diri ini semakin kaya akan pengalaman, Tp yg saya rasakan malah buat diri ini semakin takut, Antara hati dan pikiran gak sejalan, Takut akan pertanggungjawabannya. . . Pekerjaan sbg ASN adalah amanah yg sangat besar, Digaji oleh rakyat, Ada sumpah yg diucapkan ketika awal menjabat. . . Dng sistem yg ada rasanya berat sekali tugas ini bisa dijalankan dng benar dan penuh amanah sesuai sumpah yg pernah diucap. . . Keputusan ini bukanlah keputusan yg mudah, Hidup ini pilihan, Setiap pilihan ada konsekuensinya Saya memilih mundur, Bukan untuk menjadi sok suci, Karena ketika nanti waktunya tiba, Saya sendiri yg harus mempertanggungjawabkan apa yg saya perbuat, apa yg saya lihat, apa yg saya dengar, dan apa yg saya rasakan.. . . Mohon do'anya kepada semuanya semoga saya bisa menjadi manusia yg lebih baik dari keputusan yg saya ambil ? . . . #bismillah #istighfar #lailatulqadar #lailatulqadr #jalaninikmatisyukuri #ayohijrah #hijrah #prayforindonesia #sholat #videoislam #sholawat #istiqomah #dakwahislamid #berbagisemangat #beranihijrah #hadist #puasa #nasehatislam #sunnah #faktanyamuslim #xbank_banksyariah #islamicquotes #mantanpns #xbank #xbank_pns #beraniberhijrah?

A post shared by Mubarok "Danishabby Homedecor" (@kaligrafi_danishabby) on

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini