Italia Juara Piala Eropa 2020, Berapa Bonus untuk Pemain?

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDONItalia keluar sebagai juara Piala Eropa 2020 usai mengalahkan Inggris. Berapa sih bonus yang akan diterima para pemain?

Italia menjadi juara Piala Eropa 2020 setelah menundukkan Inggris 3-2 (1-1) dalam adu penalti, Senin 12 Juli 2021 dini hari WIB di Stadion Wembley.

Azzurri tertinggal lebih dulu melalui gol Luke Shaw. Mereka menyamakan skor berkat gol Leonardo Bonucci. Skor imbang bertahan hingga babak tambahan 2×15 menit.

Kemenangan harus ditentukan melalui adu penalti. Hanya dua pemain Italia yang gagal mencetak gol, yakni Andrea Belotti dan Jorginho. Sedangkan di kubu Inggris ada tiga pemain, yakni Marcus Rashfod, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka.

Diberitakan Football Italia, Selasa 13 Juli 2021, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mendapatkan uang sebesar 28,25 juta Euro (485,3 miliar Rupiah). Sementara itu, para pemain masing-masing mengantongi bonus sebesar 250 ribu Euro (4,29 miliar Rupiah).

Andai Italia kalah di final, para pemain tetap mendapat bonus sebesar 200 ribu Euro (3,43 miliar Rupiah). Jumlah bonus semakin kecil tergantung seberapa jauh tim besutan Roberto Mancini melangkah.

Jika hanya sampai semifinal, bonus yang didapat 150 ribu Euro (2,57 miliar) dan bonus sebesar 80 ribu Euro (1,37 miliar Rupiah) jika hanya bertahan hingga perempatfinal.

Bagi Italia, ini adalah gelar Piala Eropa kedua sepanjang sejarah. Sebelumnya, tim Negeri Pizza itu menjadi pemenang saat berstatus sebagai tuan rumah di 1968.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini