Islamic Center Rusak, Enam Mahasiswa dari Kongres HMI Dibawa ke Polda Jatim

Baca Juga

MATA INDONESIA, SURABAYA – Enam orang mahasiswa dibawa ke Markas Polda Jatim karena membuat Kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ricuh dan Gedung Islamic Center Surabaya rusak, Rabu 24 Maret 2021.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menegaskan enam mahasiswa itu diamankan atas permintaan panitia kongres.

“Sekarang masih dalam pemeriksaan,” kata Nico kepada wartawan, di Surabaya.

Sebelum terjadi kericuhan yang merusak fasilitas umum itu, suasana kongres sudah berlangsung panas karena usul menghadirkan seluruh ketua Badan Koordinasi HMI daerah di acara tersebut ditolak.

Namun banyak kader yang terus mendesakkan usulan tersebut diterima panitia sidang yang terus bersikukuh menolaknya.

Karena berulang kali gagal meloloskan usulannya banyak kader yang mulai melakukan aksi vandalisme di Gedung Islamic Center tersebut.

Mereka mengambil kursi dan membantingnya serta melempari kaca-kaca gedung hingga pecah berkeping-keping.

Kongres pun langsung terhenti karena semua kader HMI yang hadir berhamburan ke luar ruang sidang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini