Investasi Keramik Optimalkan Substitusi Impor 35 Persen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Investasi pada industri manufaktur mendukung pengembangan diversifikasi produksi dalam negeri, sehingga sebagian impor dapat disubstitusi oleh industri dalam negeri, salah satunya di industri keramik.

Pada semester pertama 2022, subsektor itu mencatatkan empat investasi dengan total Rp 17,7 triliun. Tiga investasi di antaranya tersebar di Kawasan Industri Kendal, Batang dan, Mojokerto dengan total investasi sebesar Rp3,2 triliun.

Kemudian yang keempat dari PT Kohler Manufacturing Indonesia merupakan perusahaan asal Amerika Serikat dengan nilai investasi awal sebesar Rp 14,5 Triliun.

“Penambahan investasi itu diharapkan akan semakin memperkuat aliran rantai pasok keramik saniter nasional yang juga sejalan dengan program subtitusi impor sebesar 35 persen untuk mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta.

Saat ini, terdapat 10 perusahaan industri keramik saniter di Indonesia, tersebar di Jawa dan Sumatera. Utilisasi produksi keramik saniter nasional sepanjang 2015 – 2018 cenderung stabil di angka 89 persen, namun sempat menurun pada 2019 – 2020 hingga 59 persen karena penurunan demand dan pelambatan ekonomi global karena pandemi covid-19.

Pada 2021, utilisasi subsektor itu kembali naik mencapai 62 persen. Sementara itu, kinerja ekspor keramik saniter pada semester I-2022 juga menunjukkan kenaikan sebesar 8,97 persen dibandingkan dengan semester I–2021.

Optimisme kebangkitan industri bahan bagunan nasional, termasuk di dalamnya industri keramik saniter nasional semakin jelas terlihat dengan adanya Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) yang diakomodasi dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9/M Tahun 2022 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Bangun IKN Dengan Tetap Memberdayakan Masyarakat Lokal

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur bukan hanya tentang memindahkan pusat pemerintahan, tapi juga tentang membangun masa...
- Advertisement -

Baca berita yang ini