Inter Dibayangi Kegagalan Musim Lalu, Conte: Tak Bisa Disamakan

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILAN – Inter Milan gagal meraih poin penuh di laga perdana penyisihan Grup B Liga Champions. Hasil yang sama diraih Inter musim lalu di laga perdana dan akhirnya finis di posisi tiga.

Berlaga di Giuseppe Meazza, Kamis 22 Oktober 2020 dini hari WIB, Inter Milan ditahan imbang Borussia Monchengladbach 2-2. Nyaris kalah, Romelu Lukaku menjadi penyelamat Inter berkat gol di menit ke-90.

Musim lalu, Inter memulai pertandingan perdana fase grup Liga Champions dengan hasil yang sama dimana kala itu Nerazzurri bermain imbang lawan Slavia Praha. Inter gagal bangkit, finis di posisi tiga, dan terlempar ke Liga Europa.

Conte menegaskan, hasil kali ini tak bisa disamakan dengan musim lalu. Menurut pelatih asal Italia itu, penampilan anak asuhnya di laga ini jauh lebih baik.

“Kami tidak bisa membandingkan pertandingan yang berakhir imbang lawan Slavia Praha musim lalu. Itu murni terpeleset, sementara malam ini kami tampil bagus melawan tim potensial yang punya kualitas teknik dan kekuatan fisik,” ujar Conte, dikutip dari Football Italia, Kamis 22 Oktober 2020.

“Saya tak ingat (kiper) Samir Handanovic melakukan penyelamatan di laga ini, sementara kami punya beberapa peluang memenangkan pertandingan. Tak ada yang perlu dikeluhkan dari penampilan pemain,” ungkapnya.

“Tak bisa dipungkiri, kami harus bisa lebih baik lagi di beberapa situasi dimana kami melakukan beberapa kesalahan dan kami harus bisa mengurangi itu,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini