Innalillahi! Wisatawan Ini Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Pantai Pacitan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat maya dihebohkan dengan kisah seorang wisatawan yang meninggal dunia usai tenggelam di pantai Soge, Pacitan. Kisah itu viral dan jadi perbincangan hangat di sosial media Twitter.

Hal itu bermula dari unggahan akun, @schewpyd. Akun itu menceritakan kronologi tiga wisatawan yang tenggelam di pantai itu.

“Kejadian pada 3 Mei 2022, kondisi semuanya semula biasa aja, keadaan pantai juga sore ini tergolong rame. cuaca juga lagi cerah, karena udah beberapa hari ini pacitan hujan. tapi, ombak sore ini lumayan tinggi sampe air laut naik ke pasir lebih jauh,” tulis akun itu.

Diceritakan ada tiga orang yang tergulung ombak imbas bermain terlalu jauh. Korban terdiri dari dua anak-anak dan satu pria dewasa.

“Setelah dievakuasi, ternyata ada 1 anak sekitar 10an tahun, bapakbapak sekitar 30an tahun, dan 1 lagi yang katanya anak kecil juga dievakuasi paling terakhir, mungkin posisinya yang gatau dimana.”

“Anak yang terakhir dievakuasi tadi dibawa ke pantai sebelah entah karena alasan apa, dan galama polisi dan ambulan dateng. rest in peace. semoga istri dan keluarga ditinggalkan tabah (plat AD dan H),” tulisnya.

Sontak, kejadian ini membuat warganet miris dan berduka. Pasalnya, wisatawan itu meninggal dunia saat tengah menikmati libur lebaran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini