Innalillahi, Malik Fajar, Menteri Pendidikan Era Megawati Wafat

Baca Juga
MATA INDONESIA, JAKARTA – Eks Menteri Pendidikan di era Megawati Soekarnoputri dan Menteri Agama di era BJ Habibie, Abdul Malik Fadjar wafat pada Senin 7 September 2020 pukul 19.00 WIB.
Berita duka itu diunggah di akun Twitter Muhammadiyah sekitar pukul 20.00 WIB. Lelaki yang akrab dipanggil Malik Fajar itu wafat di usia 81 tahun.
“Innalillahi wainnailaihi rajiun Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan segenap warga Muhammadiyah turut berduka atas wafatnya Bapak Malik Fadjar, pada hari Senin 7 September 2020, pukul 19.00 WIB. Semoga husnul khotimah dan dirahmati Allah Subhanahu wata’ala #Muhammadiyah #MalikFadjar ,” begitu bunyi status di akun Muhammadiyah.
Tidak disebutkan penyebab wafatnya tokoh Muhammadiyah itu, namun dua tahun lalu beliau juga sempat dirawat di rumah sakit.
Saat ini, Malik Fajar menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang ditunjuk Jokowi sejak 19 Januari 2015.
Selain Menteri Pendidikan, lelaki kelahiran Yogyakarta 22 Februari 1939  juga pernah menjabat Menteri Agama di era BJ Habibie. Malik Fajar lulus dari Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Malang tahun 1972.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini