Innalillah! Leonardo Dicaprio Tewas di Riau, Ini Faktanya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kabar duka. Sebuah insiden kecelakaan beruntun yang terjadi di jalan lintas Riau-Sumatera Utara, pada Kamis 22 Agustus 2019, menewaskan tiga orang mahasiswa, salah satu di antaranya adalah Leonardo Dicaprio.

Dalam kecelakaan tersebut, Leonardo sebenarnya sempat dilarikan ke rumah sakit, sayang nyawanya tak tertolong. Sementara dua lainnya tewas di tempat.

Namun, jangan salah sangka. Leonardo Dicaprio yang dimaksud bukanlah sang aktor Hollywood pemeran Titanic. Leonardo yang ini merupakan orang asli Indonesia, yang namanya mirip dengan Leonardo DiCaprio.

Berdasarkan penjelasan Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP Hairul Hidayat, kecelakaan beruntun itu melibatkan mobil Terios nopol BM 1786 LL, bus RAPI nopol BK 7930 LC dan truk tangki minyak dengan nomor polisi BM 8349 RU tepatnya di Pekanbaru-Duri Km 111 Desa Muara Basung Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis.

Tabrakan maut itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, mobil Terios yang dikemudikan Wendy Prima bergerak dari arah Duri menuju Pekanbaru dengan kecepatan tinggi.

Mobil tiba-tiba kehilangan kendali bergerak ke kanan dan ke kiri jalan. Saat bersamaan dari arah berlawanan muncul bus RAPI dengan kecapatan tinggi dan menghatam mobil Terios. Kemudian bus juga menghantam truk CPO yang tidak jauh dari mobil Terios.

Korban meninggal tiga orang yakni supir Terios Wendy Prima Lubis (22), Edy Susanto Banjarnaor (25) dan Leonardo Dicaprio (19). Tiga korban luka adalah Juanda Napitupulu (20), Edison Manalu (25) dan Arnol Raja Guguk (22).

“Kecelakaan ini terjadi karena kelalaian supir truk,” ujar Hairul.

Berita Terbaru

Kehadiran TNI-Polri Menjadi Pilar Utama Menjaga Papua Tetap Aman dan Damai

Oleh: Yonas Kogoya*Keamanan dan stabilitas di Papua terus menunjukkan penguatan seiring meningkatnyasinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjagaketertiban wilayah. Berbagai langkah strategis yang dilakukan TNI dan Polri menjadibagian penting dari upaya negara menghadirkan rasa aman sekaligus memastikanpembangunan di Papua berjalan secara berkelanjutan. Situasi tersebut memperlihatkankomitmen kuat negara dalam melindungi masyarakat Papua agar dapat menjalankanaktivitas sehari-hari dengan tenang, produktif, dan penuh harapan menuju masa depanyang lebih maju.Operasi gabungan TNI di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan(Kogabwilhan) III bersama Koops Habema menjadi bukti nyata keseriusan negara dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Keberhasilan aparat dalammempersempit ruang gerak kelompok separatis serta mengamankan berbagaiperlengkapan tempur menunjukkan bahwa upaya penegakan keamanan dilakukansecara profesional, terukur, dan bertanggung jawab. Langkah tersebut sekaligusmemberikan optimisme bahwa Papua semakin berada dalam kondisi yang kondusifuntuk mendukung pembangunan di berbagai sektor.Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa seluruh operasikeamanan bertujuan memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara aman, termasuk anak-anak yang bersekolah dan masyarakat yang bekerja membangunperekonomian daerah. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa orientasi utama negara adalah melindungi rakyat dan menciptakan suasana damai demi kemajuan Papua. Keamanan bukan hanya soal menjaga wilayah, tetapi juga menjaga harapanmasyarakat agar dapat menikmati pembangunan dan kesejahteraan secara merata.Keberhasilan aparat keamanan dalam menjaga wilayah strategis di Papua juga memperlihatkan semakin kuatnya koordinasi lintas sektor. Dukungan masyarakatterhadap upaya menjaga stabilitas menjadi faktor penting yang mempercepatterciptanya kondisi aman dan tertib....
- Advertisement -

Baca berita yang ini