Ini yang Dirasakan Wali Kota Bima Arya Saat Dikarantina

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan menghentikan penyebaran virus corona yang mengakibatkan Covid19 tidak mudah, tetapi harus yakin dan terus memompa semangat melahap semua makanan sehat. Hal itu diungkapkannya saat berbagi pengalaman di karantina selama 14 hari di RSUD Kota Bogor.

“Jujur, melewati semua ini merupakan bagian dari ujian kehidupan yang tidak mudah bagi saya, tapi saya yakin semua pasti ada hikmahnya. Allah sedang mengingatkan kita semua. Ini bukan hanya ujian kesehatan, tapi juga ujian bagi keimanan dan kebersamaan kita,” ujar Bima melalui akun instagramnya yang dilihat Jumat 3 April 2020.

Hari Jumat ini tepat 14 hari politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menjalani karantina usai dia dinyatakan positif terinfeksi Covid19.

Menurutnya pada hari ini, gejala klinisnya sudah sangat berkurang dan kini dia sedang menunggu hasil tes swab.

Dia tampak sehat duduk di samping tempat tidur rumah sakit tanpa infus yang mengalir ke dalam tubuhnya.

Dia juga mengaku terus menerus memompa semangat untuk mengonsumsi makanan sehat seperti sayur, buah dan vitamin.

Hal yang penting menurut Bima adalah mengatur pikiran agar bisa istirahat dan tidur dengan nyenyak.

Bima Arya dinyatakan positif terinfeksi corona setelah pulang dari Turki dan Azerbaijan.

View this post on Instagram

. Hari ini tepat 14 hari di RSUD Kota Bogor. Hanya karena kuasa Allah SWT, Tuhan Yang Mahakuasa, kondisi semakin membaik. Gejala klinis sudah sangat berkurang. Alhamdulillah. Saat ini masih menunggu hasil dari test Swab. . Duka cita mendalam bagi semua yang berpulang karena Covid19. Semoga diberikan tempat paling mulia di sisi Allah SWT. Apresiasi setinggi-tingginya bagi semua tenaga medis yang saat ini sedang ikhtiar menyelamatkan banyak manusia. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWt. . Alhamdulillah, banyak waktu di Rumah Sakit untuk membaca, menulis dan terutama evaluasi diri. Jujur, melewati semua ini merupakan bagian dari ujian kehidupan yang tidak mudah bagi saya, tapi saya yakin semua pasti ada hikmahnya. Allah sedang mengingatkan kita semua. Ini bukan hanya ujian kesehatan, tapi juga ujian bagi keimanan dan kebersamaan kita. . Sambil memompa semangat untuk melahap semua makanan, sayur, buah dan vitamin. Juga mengatur pikiran agar bisa istirahat dan tidur nyenyak. Foto ini diambil dengan timer, ketika sendiri di kamar. Karena kalau tenaga medis masuk, saya harus menggunakan masker. Terus sehat, semangat dan optimis untuk semua! Salam.

A post shared by Bima Arya (@bimaaryasugiarto) on

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pembangunan Infrastruktur Sekolah Rakyat jadi Tonggak Pemerataan Pendidikan

Oleh: Didin Waluyo)* Komitmen pemerintahan Prabowo Subianto dalam mewujudkan akses pendidikanyang lebih merata terlihat semakin nyata. Pemerintah akhirnya menetapkanDesember 2025 sebagai titik awal pembangunan Infrastruktur Sekolah Rakyat.  Langkah ini dipandang sebagai dorongan baru untuk menegaskan bahwapendidikan tidak boleh menjadi hak istimewa bagi segelintir kelompok saja.Pembangunan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa negara mulai menempatkankualitas dan aksesibilitas pendidikan sebagai prioritas utama.  Pembangunan infrastruktur ini masuk dalam pembangunan tahap II yang dilakukandi 104 lokasi di seluruh Indonesia. Dengan memulai proyek pada akhir 2025, pemerintah ingin memastikan bahwa percepatan pembangunan dapat segeradirasakan oleh masyarakat luas. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, Pembangunan Sekolah Rakyat Adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangunsumber daya manusia yang unggul. Ia menjelaskan bahwa Pembangunan tahap II dilakukan guna memperluas akses Pendidikan berkualitas bagi anak-anak darikeluarga kurang mampu.  Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian PU, total anggaran yang dialokasikan untuk percepatan pembangunan Sekolah Rakyat ini sebsar Rp20 triliun, yang mana biaya pembangunan diperkirakan Rp200 miliar per sekolah. Sementara itu 104 lokasi yang tersebar antara lain, 27 lokasi di Sumatera, 40 lokasidi Jawa, 12 lokasi di Kalimantan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini