Ini Strategi Pengendalian Pandemi Covid-19 yang Harus Dilakukan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Strategi pengendalian pandemi Covid-19 yang harus dilakukan tahun ini.

Hal itu adalah tidak berhenti berusaha sebelum target tercapai.

Hal tersebut diungkapkan epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono melalui pesan yang dilihat, Selasa 1 Februari 2022.

“Perlu lompatan yang tidak biasa untuk mengejar cakupan vaksinasi agar semua penduduk terlindungi. Terus menyuarakan agar penduduk pakai Masker,” ujar Pandu.

Menurutnya di tengah lonjakan kasus Omicron yang dibayangi dengan subvarian BA.2, usaha yang harus dilakukan adalah mempercepat cakupan vaksinasi.

Cakupan vaksinasi yang tinggi akan menekan risiko terinfeksi Covid-19 yang berat dan fatal.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Pusat, Wiku Adisasmito, mengatakan masyarakat harus terlibat aktif.

Kasus Covid-19 yang terus naik beberapa hari terakhir harus bisa ditekan.

Menurutnya, kenaikan kasus saat ini tak selalu menjadi sinyal gelombang ketiga Covid-19 akan melanda Indonesia.

Wiku menegaskan kenaikan kasus Covid-19 dapat dicegah namun harus secara bersama-sama melakukan pembatasan mobilitas sesuai level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di setiap daerah.

Wiku menegaskan hal terpenting saat ini ialah kerja sama pemerintah dan masyarakat untuk membatasi mobilitas di luar rumah.

Khususnya melakukan perjalanan ke luar kota dan ke luar negeri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Wujudkan Daya Saing Global, Program Magang Nasional Diperluas ke Seluruh Indonesia

Oleh: Alya Safira )*Upaya pemerintah dalam memperkuat daya saing global terusmenunjukkan arah yang semakin terstruktur melalui perluasan Program Magang Nasional ke seluruh Indonesia. Kebijakan ini dirancang bukanhanya untuk menjawab kebutuhan jangka pendek pasar tenaga kerja, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang dalam membangun sumberdaya manusia unggul. Di tengah dinamika ekonomi global yang kompetitif, pemerintah menempatkan peningkatan kualitas tenaga kerja sebagaiprioritas utama agar Indonesia mampu bersaing secara berkelanjutan.Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjadi salah satu aktor pentingdalam mendorong penguatan program ini. Dalam pertemuannya bersamaMenteri Ketenagakerjaan, ia menekankan bahwa Program MagangNasional telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama darisisi antusiasme masyarakat. Tingginya jumlah pendaftar yang mencapai ratusan ribu orang menunjukkan bahwa program ini menjadi kebutuhan nyata bagi lulusanbaru yang ingin mendapatkan pengalaman kerja. Ia melihat kondisi inisebagai momentum untuk memperluas kuota peserta pada periode 2026–2027, sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program agar semakin relevan dengan kebutuhan industri.Dalam pandangan Teddy, penguatan program tidak cukup hanya denganmenambah jumlah peserta. Pemerintah juga harus memastikan bahwasetiap peserta memperoleh pengalaman kerja yang bermakna. Oleh karena itu, program ini dirancang dengan pendekatan yang lebihkomprehensif, mencakup pembelajaran langsung di lingkungan kerjaprofesional, pendampingan oleh mentor berpengalaman, serta pemberianupah yang sesuai standar. Pendekatan ini diyakini mampu membentukkompetensi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencakup soft skills yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja modern.Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memberikanpenekanan pada aspek keberlanjutan program. Ia memandang bahwaProgram Magang Nasional harus menjadi bagian dari ekosistempengembangan tenaga kerja yang lebih luas. Oleh karena itu, pemerintah tidak berhenti pada penyelenggaraanmagang semata, tetapi juga menyiapkan program lanjutan sepertisertifikasi kompetensi. Dengan adanya sertifikasi ini, keterampilan yang dimiliki peserta dapat diakui secara formal dan meningkatkan peluangmereka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.Dalam berbagai kesempatan, Yassierli juga menyoroti pentingnyamenjaga optimisme para peserta, terutama setelah merekamenyelesaikan program magang. Ia mendorong agar para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini