Lebih dari 20 Juta Dosis Obat Antivirus Disiapkan Pemerintah untuk Tangkal Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pemerintah sudah menyediakan obat untuk pasien Covid-19 dengan gejala. Saat ini sudah lebih dari 20 juta dosis obat antivirus. Hal itu dikatakan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Obat antivirus ini sudah mendapat persetujuan dari lima organisasi profesi kesehatan dan para ahli kedokteran. Obat tersebut ialah Avigan atau Favipiravir dan Molnupiravir.

Budi mengatakan penggunaan obat anti virus ini harus mendapatkan resep dokter. Baik resep dokter berdasarkan konsultasi secara langsung maupun lewat telemedicine.

“Bapak ibu tidak usah khawatir karena jumlahnya cukup banyak,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden,

Dia mengingatkan masyarakat untuk tidak menimbun obat Avigan atau Favipiravir dan Molnupiravir. Hal ini untuk mencegah terbatasnya ketersediaan obat anti virus untuk pasien Covid-19.

“Jadi bapak ibu tidak bisa beli sendiri dan sebaiknya jangan. Kalau bapak ibu beli, nimbun di rumah, kasihan orang lain tidak dapat,” katanya.

Sementara untuk pasien Covid-19 tanpa gejala, cukup mengonsumsi vitamin selama isolasi mandiri di rumah. Budi mengimbau, pasien tanpa gejala tidak menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebelumnya, Budi mengaku belum tahu pasti soal kebutuhan perawatan pasien yang terjangkit Covid-19 varian Omicron di rumah sakit. Ini disebabkan, data kebutuhan perawatan pasien di rumah sakit setiap negara berbeda-beda.

Dia mengambil contoh Afrika Selatan. Jumlah pasien Omicron yang menjalani perawatan di rumah sakit pada negara tersebut jauh lebih rendah daripada Delta. Demikian juga di Inggris.

Namun berbeda dengan Amerika Serikat. Di negara Paman Sam itu, persentase kasus aktif Omicron di bawah Delta. Namun, jumlah pasiem Omicron yang masuk rumah sakit lebih tinggi dari Delta.

Melihat kondisi di berbagai negara tersebut, Budi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap penularan Omicron. Dia mengingatkan untuk tidak jemawa dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Terutama, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Kalau bisa lakukan secara mobilitas di rumah, lebih baik dilakukan di sana. Karena kemungkinan kasusnya akan naik sampai akhir bulan (Februari 2022),” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Gencarkan Pembangunan di Papua Sebagai Amanat Undang-Undang

Pemerintah Indonesia telah mengintensifkan upaya pembangunan di Papua sebagai bagian dari amanat Undang-Undang Otonomi Khusus Papua yang telah diperbarui...
- Advertisement -

Baca berita yang ini