Ini Sanksi untuk Siapapun yang Nekat Mudik Lebaran 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah mengumumkan larangan mudik Lebaran 2020 bagi masyarakat yang berada di zona merah, terutama Jabodetabek.

Sebagai bentuk ketegasan, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah sudah menyiapkan sanksi bagi siapapun yang melanggar larangan tersebut.

“Ada sanksi-sanksinya. Namun, bentuk penerapan sanksi yang sudah disiapkan akan efektif dikerjakan mulai 7 Mei,” kata Luhut di Jakarta, Selasa 21 April 2020.

Luhut menyebut, larangan mudik ini akan mulai berlaku pada Jumat 24 April 2020, sebagai upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran corona atau Covid-19 yang masih melanda Tanah Air.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan larangan mudik Lebaran tahun 2020, dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang bersikeras ingin mudik di tengah situasi pandemi virus corona (Covid-19).

Jokowi menuturkan bahwa berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan, ada 68 persen warga yang menyatakan tidak akan mudik. Sementara 24 persen masyarakat bersikukuh ingin mudik.

“Artinya masih ada angka yang sangat besar yaitu 24 persen tadi,” ujar Jokowi.

Sehingga, Jokowi memutuskan larangan mudik tak hanya untuk ASN, TNI-Polri, dan pegawai BUMN saja, namun, juga untuk semua masyarakat demi mencegah penyebaran virus corona semakin meluas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Indonesia-Singapura dan Jalan Baru Kemitraan Investasi Strategis

Oleh: Ferry Permahadi)*Hubungan Indonesia dan Singapura selama beberapa dekade telah berkembangmenjadi salah satu kemitraan bilateral paling penting di kawasan Asia Tenggara. Selain karena kedekatan geografis, intensitas kerja sama yang terus meningkat juga menjadikan kedua negara memiliki kepentingan strategis untuk memperkuatkolaborasi jangka panjang.Di tengah dinamika ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian, penguatankemitraan bertujuan untuk membangun ekosistem investasi, perdagangan, dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap kesepakatan strategis yang dihasilkan memiliki arti penting bagiarah pertumbuhan ekonomi kawasan.Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Singapura memasuki fase baru yang lebih konkret melalui berbagai kesepakatan yang dihasilkan dalam Leaders' Retreat bersama Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Menurutnya, pertemuan tersebut menghasilkan puluhan kerja sama strategisyang mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, investasi, energi, pertahanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.Ia memandang bahwa hubungan kedua negara bukan hanya menjaga komunikasidiplomatik, tetapi diarahkan untuk menghasilkan implementasi nyata yang mampumemperkuat daya saing ekonomi nasional. Berbagai kesepakatan yang dicapaimenunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjawab tantangan global melaluikolaborasi yang saling menguntungkan.Presiden Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia memandang Singapura sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam pembangunan ekonominasional. Kepercayaan yang terus terbangun selama bertahun-tahun menjadi modal kuat untuk memperluas kerja sama pada sektor-sektor baru yang memiliki nilaitambah tinggi.Komitmen tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan investor internasional. Sebab, ketika hubungan antarnegara dibangun di atas kepercayaandan kepastian kerja sama, iklim investasi akan menjadi lebih kondusif sehinggamampu mendorong masuknya modal baru yang mendukung penciptaan lapangankerja.Bagi Indonesia, kerja sama investasi bukan sekadar menghadirkan aliran modal, tetapi juga membuka akses terhadap teknologi, peningkatan kapasitas sumber dayamanusia, serta pengembangan industri bernilai tambah. Sebaliknya, bagi Singapura, Indonesia menawarkan pasar yang besar dan peluang investasi jangka panjang.Pandangan serupa disampaikan Perdana Menteri...
- Advertisement -

Baca berita yang ini