Harga Minyak Dunia Anjlok, BBM di Indonesia Kok Belum Turun?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Harga minyak dunia kini sedang anjlok-anjloknya di tengah pandemi Covid-19 yang melanda secara global. Pemerintah pun didesak segera menurunkan harga BBM di Indonesia, menyesuaikan harga minyak mentah internasional.

Namun, Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, menurunkan harga BBM bukanlah keputusan yang mudah. Menurutnya, secara bisnis, pilihan menurunkan harga saat ini adalah keputusan yang ekonomis, namun tak semudah itu.

“Keputusan bisnis Pertamina dan sebagai BUMN berbeda. Lebih mudah bagi kami, kalau bisnis ya tutup saja kilangya. Sebagai trading company, mudah ketika harga BBM murah, kami bisa langsung jual. Tapi sebagai BUMN, kami tidak bisa,” kata Nicke dalam rapat virtual bersama DPR RI, Selasa 21 April 2020.

Ia menegaskan, untuk persoalan formula harga, semua dibuat oleh Kementerian ESDM. Perusahaan tak bisa menyesuaikan OPEX dan CAPEX dengan harga minyak mentah dunia saat ini.

Pasalnya, harga produksi minyak di Indonesia jauh lebih tinggi dari hari ini. Sementara, porsi minyak mentah yang diimpor Pertamina hanya 25 persen.

Ia mengakui, dengan melihat harga minyak mentah dunia saat ini, jelas lebih mudah menutup semua kilang. Tetapi ia tidak bisa melakukan hal seperti itu sebagai perusahaan BUMN.

“Kami tulang punggung perekonomian nasional. Ketika ada peraturan apapun, akan kami ikuti,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mengulik Strategi Gerindra di Pilkada Sleman, Gabung Koalisi dulu sambil Jalan Pilih Kandidat Potensial

Mata Indonesia, Sleman- Peta politik untuk pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sleman terus berkembang dinamis menjelang Pilkada Sleman 2024. Sejumlah partai politik aktif membentuk koalisi strategis, salah satunya adalah DPC Gerindra Sleman.
- Advertisement -

Baca berita yang ini