Ini Kelebihan Vaksin Covid19 Astra Zeneca

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bukan hanya 1,1 juta dosis vaksin yang sudah datang, Indonesia sudah mendapat komitmen 100 an juta dosis Vaksin Astra Zeneca dari Inggris. Apa hebatnya dibandingkan Vaksin Sinovac yang sudah kita gunakan?

Dokter relawan Covid19, dr. Muhammad Fajri Addai dalam pesannya yang diterima Mata Indonesia News, Rabu 10 Maret 2021 mengungkapkan vaksin tersebut sedikit lebih baik dari Sinovac.

“Antibodi yang dihasilkan cukup tinggi selevel dengan antibodi yang dihasilkan orang sembuh dari Covid19,” begitu pernyataan Fajri.

Selain itu, vaksin tersebut dinyatakan bisa memacu sel T yang membantu menyerang virus SARS-Cov-2 pada hari ke-14.

Vaksin tersebut juga bisa disimpan di freezer biasa seperti Sinovac yang sudah kita gunakan beberapa bulan ini.

Seperti halnya Sinovac, Vaksin Astra Zeneca juga dinilai memiliki efek samping yang sangat ringan seperti demam, nyeri, lemas dan sakit kepala yang hilang dalam waktu sebentar.

Saat dilakukan uji klinis di Inggris, Brasil dan Afrika Selatan efikasi atau kemanjuran yang ditimbulkan sekitar 70,4 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini