Ini Jadwal Libur Sekolah Semester I 2021/2022 Jawa-Bali

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Libur telah tiba. Meski pandemi Covid-19 sempat menghentikan kegiatan tatap muka sekolah dan lebih banyak berkegiatan di rumah, namun bagi siswa sekolah libur tetap libur.

Nah, pada Selasa 14 Desember 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 32 Tahun 2021 mengenai penyelenggaraan pembelajaran menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022, Kemendikbud menyatakan jadwal pembagian rapor dan libur semester ganjil sesuai kalender pendidikan yang sudah ditetapkan Pemerintah Daerah masing-masing.

Kemendikbud memperingatkan agar sekolah tak menambah waktu libur selama periode Nataru. Juga, mengimbau agar orang tua/wali dan peserta didik selalu menerapkan protokol kesehatan.

Berikut ini jadwal libur sekolah Semester I 2021/2022:

1. DKI Jakarta

Libur semester I di wilayah DKI Jakarta berlangsung selama 12 hari.

Pembagian rapor Semester I: 17 Desember 2021

Libur Semester I: 20 Desember 2021-1 Januari 2022

2. Jawa Barat

Libur sekolah Semester I di Jawa Barat akan berlangsung 14 hari.

Pembagian rapor Semester I: 23 Desember 2021

Libur Semester I: 27 Desember 2021-9 Januari 2022

3. Jawa Tengah

Seperti DKI Jakarta, libur sekolah Semester I di Jawa Tengah juga 12 hari.

Pembagian rapor Semester I:

  • 17 Desember 2021 (untuk lima hari sekolah);
  • 18 Desember 2021 (untuk enam hari sekolah).
  • Libur Semester I: 20-31 Desember 2021

4. Jawa Timur

Libur Semester I tak akan genap satu minggu.

Pembagian rapor Semester I: Pada hari kerja sehari sebelum libur semester ganjil

Libur Semester I: 27-31 Desember 2021

5. Banten

Di Provinsi Banten, libur sekolah Semester I berlangsung selama 14 hari. Mulainya sejak 18 Desember 2021.

Pembagian rapor Semester I: 17 Desember 2021

Libur Semester I: 18 Desember-31 Desember 2022

6. Bali

Liburan sekolah di Pulau Dewata akan berlangsung selama 14 hari.

Pembagian rapor Semester I:

– 17 Desember 2021 (untuk lima hari sekolah);

– 18 Desember 2021 (untuk enam hari sekolah).

Libur Semester I: 20 Desember 2021-1 Januari 2022

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Integrasi CKG dan Imunisasi Perkuat Komitmen Pemerintah Membangun Generasi Sehat

Oleh : Aditya Akbar )*Peningkatan kualitas kesehatan anak menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi Indonesia di masa depan. Karena itu, masyarakat perlu mendukung berbagai program kesehatan yang dijalankan pemerintah, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan imunisasiyang kini diperkuat melalui integrasi layanan bagi bayi hingga anak sekolah. Langkah tersebutmenjadi bukti nyata bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan penyakit sejak dini.Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa mulai 2026 pemerintah mengintegrasikan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis dengan imunisasi anak sekolah menjadi satu program terpadu. Kebijakan ini diambil untuk memperluas cakupan imunisasi sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan layanan kesehatan di lingkungan sekolah, terutama saattahun ajaran baru dimulai.Menurut Budi Gunadi Sadikin, pada 2025 terjadi penurunan cakupan imunisasi pada kelompokanak sekolah. Salah satu penyebabnya adalah pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis yang berjalanbersamaan dengan imunisasi sehingga terjadi benturan jadwal maupun penggunaan tenagakesehatan. Akibatnya, sumber daya yang tersedia belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena kedua kegiatan berjalan secara terpisah.Melalui penggabungan program tersebut, pemerintah berharap pemeriksaan kesehatan danimunisasi dapat dilakukan secara bersamaan tanpa menambah beban tenaga kesehatan di lapangan. Selain meningkatkan efektivitas layanan, integrasi ini juga diharapkan memudahkanedukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi rutin bagi anak usia sekolah.Pemerintah juga berencana melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah pada November 2026 dengan fokus pada peningkatan cakupan vaksin difteri dan tetanus. Program tersebut diharapkanmampu mengejar target imunisasi yang belum tercapai sekaligus memperkuat perlindungan anakdari penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi.Dalam upaya memperluas cakupan imunisasi nasional, pemerintah memanfaatkan berbagaimomentum penting sepanjang tahun. Pada Pekan Imunisasi Dunia yang berlangsung pada April 2026, sekitar 130 ribu anak dan 17 ribu orang dewasa berhasil memperoleh layanan imunisasi. Capaian tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadappentingnya vaksinasi.Program serupa juga akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Anak Nasional pada Juli, peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus, serta Hari Kesehatan Nasional pada November. Pemerintah menargetkan tambahan layanan imunisasi bagiratusan ribu anak dan puluhan ribu orang dewasa melalui berbagai momentum tersebut.Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa saat ini program imunisasi nasional telah mencakup 14 jenis antigen yang diberikan kepada bayi, anak di bawah dua tahun, anak sekolah, hinggakelompok dewasa. Pemerintah juga menambahkan tiga jenis vaksin baru dalam beberapa tahunterakhir, yakni PCV, HPV, dan rotavirus, guna memperluas perlindungan masyarakat terhadapberbagai penyakit menular.Keberhasilan pemerintah selama setahun terakhir terlihat dari meningkatnya cakupan imunisasipada kelompok bayi. Hingga Mei 2026, capaian imunisasi bayi meningkat sebesar 5,8 persendibandingkan periode yang sama pada 2025. Peningkatan ini menunjukkan bahwa berbagailangkah pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan mulai memberikan hasil positif.Meski demikian, sejumlah daerah masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan cakupanimunisasi. Pada kelompok bayi, Aceh dan Papua masih mencatatkan angka yang relatif rendah. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena rendahnya imunisasi berpotensi memicukembali munculnya penyakit menular yang sebelumnya berhasil dikendalikan.Peningkatan cakupan juga terjadi pada kelompok anak di bawah usia dua tahun. Namun, Sumatera...
- Advertisement -

Baca berita yang ini