Ini Dia Produk Militer Unggulan PT Pindad yang Laris di Luar Negeri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-PT Pindad merupakan BUMN Industri Strategis yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial. Salah satunya tank.

Dirut Pindad, Abraham Mose, mengatakan ada dua kendaraan tempur yang mendapatkan kontrak terbesar untuk PT Pindad. Di antaranya adalah Medium Tank Harimau dan Kendaraan Tempur Infantri 8×8.

Medium Tank Harimau diorder sebanyak 18 unit dalam periode 2020-2023. Sementara untuk Infantri 8×8 sebanyak 23 unit dari 2020-2022. Medium Tank Harimau kontraknya seharga 135 juta US dolar dan Infantri 8×8, 82 juta US dolar.

Tank Harimau Hitam atau disebut Tank Medium Modern, adalah program kerjasama antara pabrikan Turki dan pabrikan Indonesia PT Pindad. Nama lain untuk kendaraan tempur ini adalah Kaplan MT dan Harimau Hitam.

Tank Harimau Hitam dilengkapi dengan spesifikasi yang cocok untuk medan Indonesia. Menggunakan mesin diessel dengan transmisi fully automatic, kendaraan lapis baja ini diawaki oleh tiga orang petugas yakni komandan, driver dan penembak (loader).

Untuk persenjataan, Harimau Hitam menggunakan meriam CMI Cockeril 3105 yang terintegrasi dengan Senapan mesin coaxial kaliber 7.62mm. Mesin yang digunakan berkecepatan 70 km/h dan berdaya jangkau hingga 450 meter.

Tank Harimau Hitam telah dilengkapi sejumlah proteksi canggih sebagai pelindung pasukan. Di antaranya adalah STANAG 4569 Level 4 dari tembakan peluru balistik berproyektil 14.5mm dan STANAG 4569 Level 5 untuk bertahan dari serangan peluru kaliber 25mm yang menggunakan teknologi penembus lapis baja (armour piercing discarding sabot-tracer).

Tank ini juga dilengkapi dengan mode anti radiasi nuklir (a chemical, biological, radiological and nuclear (CBRN) protection system), pemindai laser dan granat asap untuk kondisi darurat.

Sedangkan Panser Kobra yang akan dibuat Pindad merupakan versi ranpur infanteri (Infantry Fighting Vehicle/IFV) yang menggunakan basis Pandur II. Selain digunakan untuk angkut pasukan (empat awak plus tujuh personel pasukan), kendaraan ini juga sanggup bertempur melawan ranpur lawan lainnya baik jenis panser atau tank.

Abraham mengatakan, visi dari PT Pindad adalah menjadi perusahaan global terkemuka di bidang pertahanan dan keamanan serta produk industrial pada 2026.

“Sedangkan misinya melaksanakan usaha terpadu di bidang peralatan pertahanan dan keamanan serta peralatan industrial untuk mendukung pembangunan nasional dan secara khusus mendukung pertahanan dan keamanan negara,” katanya, Rabu 12 Februari 2020.

Pindad kini memiliki dua pabrik di Bandung dan Turen. Pindad memiliki 2.588 karyawan. Pindad juga memproduksi excavator dan vessel atau rel kereta api.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini