Ini Daftar 14 Jenis Orang yang Tidak Boleh Disuntik Vaksin Covid19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat sudah mendapatkan vaksin Covid19 keduanya, Rabu 27 Januari 2021. Namun, Kementerian Kesehatan mengingatkan ada beberapa orang yang tidak boleh disuntik vaksin itu. Siapa mereka?

Berdasar Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19, terdapat 14 jenis orang yang tidak boleh menerima vaksin Covid19.

Pertama adalah orang-orang yang berusia di bawah 18 tahun dan mereka yang di atas 59 tahun.

Kedua, orang yang memiliki riwayat terinfeksi Virus SARS-Cov-2 penyebab Covid19.

Ketiga, orang yang menderita penyakit ginjal.

Keempat, penderita diabetes.

Kelima, wanita hamil dan menyusui.

Keenam, orang dengan penyakit saluran pencernaan kronis.

Ketujuh, memiliki tekanan darah di atas 140/90.

Kedelapan, penderita penyakit paru seperti asma, TBC dan lainnya.

Kesembilan, menderita penyakit autoimun.

Kesepuluh, penderita penyakit jantung seperti gagal jantung maupun jantung koroner.

Kesebelas, penderita sindroma Hiper IgE.

Keduabelas, menderita epilepsi atau penyakit gangguan saraf lainnya.

Ketigabelas, penderita penyakit kanker, kelainan darah, defisiensi umum, dan penerima transfusi darah.

Keempat belas, adalah penderita HIV/AIDS.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini