Ini Daftar 10 Anggota DPD Terpilih dengan Suara Terbanyak Nasional

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – KPU telah menetapkan 136 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih dari 34 provinsi yang akan duduk di Senayan. Penetapan ini berlangsung pada Sabtu 31 Agustus 2019.

Tercatat, dari 136 anggota DPD terpilih, ada 10 nama yang meraih suara terbanyak dari seluruh Indonesia.

Berikut 10 nama anggota DPD terpilih dengan perolehan suara paling banyak dibanding lainnya:

1. Oni Suwarman

Berasal dari dapil Jawa Barat, Oni meraup suara terbanyak pertama dengan perolehan 4.132.681 suara.

2. Evi Zainal Abidin

Evi berasal dari dapil Jawa Timur dengan perolehan suara sebanyak 2.416.663 suara. Sebelumnya ia adalah anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Partai Demokrat.

3. Denty Eka Widi Pratiwi

Nama yang satu ini sudah tak asing di DPD. Sebelumnya Denty menjabat anggota DPR periode 2009-2014, 2014-2019 dan saat ini terpilih lagi untuk periode 2019-2024 dari dapil Jawa Tengah dengan perolehan suara sebanyak 2.347.604 suara sah.

4. La Nyala Mattalitti

Mantan ketua umum PSSI ini maju di dapil Jawa Timur dan meraih suara 2.267.058 suara.

5. Casytha Arriwi Kathmandu

Casytha maju di dapil Jawa Tengah dan meraih 2.080.525 suara.

6. Bambang Sutrisno

Bambang maju di dapil Jawa Tengah dan meraih 1.631.351 suara sah.

7. Abdul Kholik

Abdul Kholik maju di dapil Jawa Tengah dan meraih 1.420.625 suara.

8. Ahmad Nawardi

Ahmad Nawardi maju di dapil Jawa Timur dengan meraih 1.414.478 suara.

9. Amang Syafrudin

Amang Syafrudin maju di dapil Jawa Barat dengan meraih 1.410.880 suara.

10. Adilla Azis

Adilla Azis maju di dapil Jawa Timur dan meraih 1.322.755 suara sah.

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini