Ini Bukti Presiden Jokowi dan Menag Ucapkan Tahun Baru Islam dan Disiarkan Luas ke Media Massa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Beredar sebuah narasi bahwa tidak ada stasiun televisi baik milik negara maupun swasta yang memberitakan atau menayangkan ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terkait peringatan tahun baru Islam 1443 H. Narasi ini beredar di WhastApp, baru-baru ini. Bahkan ada yang malah menyamakan Indonesia dengan negara komunis.

Namun informasi tersebut dibantah oleh Direktur Study Demokrasi Rakyat Hari Purwanto. Ia menilai, narasi-narasi demikian tentu sengaja dibangun oleh kelompok-kelompok intoleransi untuk memecah konsolidasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang jelas-jelas berideologi Pancasila.

“Kelompok anti Pancasila coba membangkitkan isu sensitif ditengah Indonesia yang mayoritas muslim. Mereka lupa bahwa Islam di Indonesia lahir karena turun temurun, maka Islam sesungguhnya yang ada di Indonesia menghargai setiap perbedaan sesuai esensi sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Islamnya Indonesia yang masyarakat pegang teguh bukan Islam Arab atau Timur Tengah,” ujarnya kepada Mata Indonesia, Kamis 12 Agustus 2021.

Kemudian berdasarkan penelusuran Mata Indonesia News, terbukti narasi-narasi yang berseliweran di media sosial tersebut ternyata hoaks atau berita bohong.

Metro TV merupakan salah satu stasiun TV yang menayangkan pernyataan Jokowi seputar peringatan tahun baru Islam kali ini. Jokowi lebih menekankan substansi dan makna mendalam terkait peringatan ini.

Jokowi mengaitkan semangat hijrah Nabi Muhammad SAW dengan Pandemi Covid-19. Jokowi berharap umat Islam dapat merenungkan dan meneladani hal itu.

Pernyataan Presiden Jokowi ini juga bisa dilihat pada akun YouTube milik Sekretariat Presiden, BeritaSatu, Inews TV.

Tak hanya itu, pernyataan Jokowi mengenai Tahun Baru Islam juga turut diberitakan oleh media-media online besar di tanah air seperti Merdeka.com, Tempo.co, Suara.com, Pikiran rakyat, Liputan 6, Sindonews hingga situs presidenri.go.id.

Sementara Menag Yaqut juga terlihat memberikan ucapan selamat merayakan Tahun Baru Islam kepada segenap umat Muslim di tanah air. Hal itu terlihat dari postingan video dari Akun YouTube Kemenag RI, detik.com, akun YouTube Fix Jakarta hingga akun YouTube Tribun Kaltim Official.

Dalam pemberitaan itu, Yaqut mengatakan 1 Muharram selalu mengingatkan umat Islam pada momen bersejarah hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah. Semangat hijrah salah satunya adalah kemampuan melakukan perpindahan, perubahan, dan adaptasi dalam merespons situasi dan kondisi.

Pun ucapan selamat dari Menag juga diberitakan oleh media-media online nasional seperti Okezone, Solopos.com, Merdeka.com, Detik.com hingga IDN times.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini