Ini 4 Grup Musik yang Besarkan Nama Benyamin

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Benyamin dikenal sebagai seniman betawi multitalenta. Selain sukses di dunia film juga sukses di dunia musik.

Beberapa grup musik yang ditukangi Pria kelahiran 5 Maret 1939 itu bahkan sukses di pasaran.

Dilansir dari setubabakanbetawi.com, berikut deretan grup musik yang pernah diikuti Benyamin semasa hidupnya.

1. Kaleng Rombeng
Merupakan sebuah grup musik yang dibentuk oleh Benyamin bersama ketujuh kakaknya, yakni Rohani, Moh Noer, Otto Suprapto, Siti Rohaya, Moenadji, Ruslan dan Saidi. Saat itu Benyamin baru berusia 6 tahun. Namun, pengalamannya yang sering mengamen keliling kampung sejak usia 3 tahun membuat grup tersebut dapat terwujud dan cukup sukses. Padahal grup tersebut hanya menggunakan alat musik yang terbuat dari barang bekas.

Dilansir dari bio.or.id, Benyamin dan saudara-saudaranya menyulap barang bekas menjadi sebuah alat musik, mulai dari trigon dari kotak obat, batang bass dari kaleng drum minyak, dan kerongcong dari kaleng biskuit.

Dengan alat musik tersebut, Benyamin bersama para kakaknya berhasil menghibur para penonton pada saat itu dengan memainkan lagu-lagu jadul Belanda.

2. Melodyan Boy
Grup musik ini dibentuk Benyamin bersama teman-teman sekampungnya di Kemayoran. Di Melodyan Boy ini, Benyamin berperan sebagai penyanyi sekaligus pemain bongo.

Bersama band ini juga dua lagu Benyamin menjadi populer hingga saat ini, yaitu ‘Si Jampang’ dan ‘Nonton Bioskop’.

3. Naga Mustika

Nama Benyamin di dunia musik semakin melejit ketika dia bergabung bersama grup musik Naga Mustika.

Grup tersebut yang bermarkas di Cengkareng ini, sukses menghantarkan nama Benyamin menjadi penyanyi terkenal saat itu.

Terlebih lagi ketika berduet dengan Ida Royani yang menjadikan mereka berdua sebagai duet paling populer pada zamannya. Bahkan ketenaran mereka berdua berhasil menyaingi Lilis Suryani yang kala itu menjadi penyanyi papan atas.

Sejatinya, Naga Mustika merupakan orkes beraliran gambang kromong modern dengan unsur musik seperti gitar, bass, organ dan dipadukan dengan alat musik tradisional seperti gendang, kecrek, gong, serta suling bambu.

Grup musik ini juga turut menghantarkan lagu ‘Si Jampang’ (1969) dan lagu ‘Ondel-Ondel’ semakin dikenal dan sukses di pasaran.

4. Al-Haj
Setelah sukses di dunia film, menjelang akhir kariernya, Benyamin sempat bergabung bersama grup Rock Al-Haj bersama Keenan Nasution.

Band ini kemudian menjadi fenomenal dengan masuknya Benyamin yang sebelumnya terkenal sebagai penyanyi keroncong dan gambang kromong. Tentu ini menjadi kali pertama Banyamin menggeluti musik rock dan blues.

Bersama grup band tersebut, Banyamin kemudian merilis album terakhirnya dimana lagu ‘Biang Kerok’ dan ‘Dingin-Dingin’ jadi andalan di album tersebut. (Widyo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini