Inggris Tolak Gagasan New Lockdown

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah Inggris menolak gagasan lockdown nasional baru. Meski sebuah survey menunjukkan angka infeksi akibat virus Corona di Negeri Ratu Elizabeth itu terus mengalami peningkatan.

Inggris telah mencatat rata-rata lebih dari 20 ribu kasus virus Corona baru dalam sehari selama seminggu terakhir. Akan tetapi pemerintah tetap menolak untuk menerapkan lockdown, bahkan ketika Prancis dan Jerman kembali memberlakukan pembatasan di seluruh negeri.

“Kami telah melihat beberapa bukti sejak kami mulai menerapkan pendekatan berjenjang ini bahwa tingkat kenaikan (virus Corona) telah melambat,” kata Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, melansir Reuters, Sabtu, 31 Oktober 2020.

“Itulah cara kami menghindari tindakan yang lebih drastis yang tidak ingin kami ambil karena pengaruhnya terhadap ekonomi,” sambungnya.

Kebijakan lockdown di sejumlah negara menuai pro dan kontra. Di mana pemerintah bekerja keras guna menekan laju infeksi virus Corona, sementara di sisi lain, rakyat juga berjuang untuk kelangsungan hidup mereka.

Seperti yang terjadi di Spanyol. Sebagaimana diketahui, Negeri Matador itu menjadi salah satu titik panas virus Corona terburuk di Eropa dengan lebih dari 3 juta infeksi. Akan tetapi kebijakan pemerintah memberlakukan kembali jam malam mendapat tentangan.

Salah seorang warga Spanyol yang berprofesi sebagai koki menentang keputusan pemerintah terkait lockdown. Ia menilai menerapkan kembali lockdown terlalu berlebihan dan membuat rakyat sepertinya kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini