Inggris Bakal Pakai Darah Pasien untuk Sembuhkan Infeksi Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Untuk mengakhiri wabah Covid19 yang diakibatkan virus corona, Inggris sekarang sedang mengumpulkan darah para penyintas penyakit itu untuk diteliti kemungkinannya menggunakan plasma mereka sehingga bisa membantu pasien lain cepat sembuh.

“Jika disetujui, pengujian ini nantinya akan menyelidiki apakah transfusi plasma darah orang yang sembuh bisa meningkatkan kecepatan pemulihan dan kesempatan bertahan hidup pada pasien COVID-19,” ujar juru bicara NHS Blood and Transplant, lembaga penyedia layanan donor darah Inggris, Senin 20 April 2020.

NHS Blood and Transplant saat ini bekerja sama dengan pemerintah dan semua lembaga yang relevan untuk mendapatkan persetujuan secepat mungkin.

Secara global, virus corona jenis baru penyebab penyakit infeksi Covid19 telah menjangkiti lebih dari 2,4 juta orang di seluruh dunia, yang 629 ribu pasien di antaranya berhasil sembuh sementara 165 ribu lainnya meninggal dunia.

Sementara di Inggris tercatat lebih dari 120 ribu orang terinfeksi virus corona jenis baru tersebut.

Dari jumlah pasien positif tersebut sebanyak 16.060 di antaranya meninggal dunia. Inggris menempati posisi keenam dengan kasus Covid19 terbanyak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini