Indonesia Tidak Akan Alami Lonjakan Covid-19 Juli Nanti, Jika Cakupan Vaksinasi Booster Juga Tinggi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Banyak negara dunia akan menghadapi puncak kasus varian baru Omicron, BA.4 dan BA.5 pada minggu ketiga Juli 2022.

Namun, jika masyarakat Indonesia siap, termasuk vaksinasi booster berjalan baik, kemungkinan besar puncaknya tidak akan tinggi.

“Dengan adanya booster imunitas masyarakat akan bertahan enam bulan lagi,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Senin 13 Juni 2022.

Artinya ketahanan imunitas masyarakat Indonesia akan mencapai Februari 2023.

Kalau itu kita jaga, maka Indonesia mungkin menjadi satu negara yang pertama dalam 12 bulan tidak mengalami lonjakan kasus.

Kalau masyarakat bisa diimbau untuk mempercepat cakupan vaksinasi booster, diharapkan masyarakat bisa merayakan Idul Adha dan HUT RI dengan terbuka .

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini