Indonesia Peace Convoy di Yogyakarta, “Panggilan Iman Saat Gaza Kelaparan”

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Ratusan massa yang tergabung di Indonesia Peace Convoy Yogyakarta melakukan konvoi bersama sebagai bentuk empati untuk warga Palestina akibat dampak perang, dimulai dari Masjid Jogokariyan sampai dengan Masjid Gede Kauman.

Setelah tiba di Masjid Gede Kauman acara dilanjutkan dengan kajian bersama dari berbagai tokoh, antara lain : Ustadz Bachtiar Nasir, Lc. MM selaku Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), Ustad Ir. H. Azman Latief selaku Ketua Takmir Masjid Gede Kauman, Ustad Ihsanul Faruqi, Ustad Fahrurozi Abu Syamil, dan putra dari Palestina, yaitu Majdi Al-Mashry dan Abdurrahman Al-Mashry.

Ustad Ir. H. Azman Latief yang merupakan Ketua Takmir Masjid Gede Kauman menyampaikan bahwa situasi yang terjadi di Palestina merupakan kenyataan pahit yang tengah dialami, segala bentuk pembunuhan, kelaparan, dan genosida yang terjadi di sana merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan oleh hukum, baik hukum agama maupun hukum internacional.

¨Banyak anak-anak di Palestina yang saat ini hidup dalam kondisi kekurangan pangan, terancam kesehatannya, dan kehilangan masa kecilnya akibat situasi perang yang berkepanjangan, hal ini harus menjadi perhatian dan keprihatinan kita bersama sebagai sesama manusia¨, ungkap Ustad Ir. H. Azman Latief.

Ustadz Bachtiar Nasir, Lc. MM mengungkapkan bahwa peristiwa yang terjadi di Palestina menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia, sebagai refleksi semangat perjuangan dan solidaritas umat Islam di seluruh dunia. Menurutnya permasalahan yang terjadi bukan sekadar konflik regional, melainkan perjuangan yang membawa dampak spiritual dan moral bagi umat Islam, termasuk di Indonesia.

¨Jangan pernah merasa lelah atau berhenti berjuang, sebab kemerdekaan bukan hanya milik bangsa Indonesia, tetapi juga sedang diperjuangkan oleh saudara-saudara kita di Palestina yang kini tengah menghadapi perang besar. Perjuangan mereka adalah perjuangan untuk mengakhiri penjajahan dan menumbangkan kekuatan zionis yang telah menghancurkan tanah dan martabat, pembelaan terhadap Palestina adalah bagian dari perjuangan kemanusiaan dan akidah¨, ucap Ustad Bachtiar.

Pihaknya juga mengatakan, eskalasi global telah membangkitkan kesadaran dunia akan nilai-nilai kemanusiaan, masyarakat dari berbagai negara telah menekan pemerintah masing-masing untuk menghentikan perang di Palestina. Tekanan sosial yang muncul di berbagai negara telah mendorong solidaritas internasional untuk menghentikan genosida dan menekan Amerika Serikat agar menghentikan agresi serta mendorong kemerdekaan Palestina.

Sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan agama, harus tetap teguh memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan semangat yang konsisten baik dari sisi moral, kemanusiaan, maupun keyakinan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pembangunan Massal 19.188 SPPG Bukti Konkret BGN Perkuat Layanan Gizi Nasional

Oleh: Aulia Sofyan Harahap Pembangunan massal 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sepanjang tahun 2025 menandai fase penting penguatan layanan gizi nasional yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini