Indonesia Ketakutan pada Mutasi Eek, Padahal Masih Diteliti GISAID

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Warga Indonesia sekarang sedang ketakutan karena ditemukan mutasi Virus SARS-Cov-2 dengan kode E484K atau Eek. Padahal, mutasi itu masih diteliti agar diketahui sifat-sifatnya.

Ahli mikro biologi, Riza Putranto Ph.D dalam pesan yang diterima Mata Indonesia News, Kamis 8 April 2021 menegaskan hingga kini mutasi tersebut masih terus diteliti dan belum diumumkan GISAID atau inisiatif global untuk kerja sama informasi data influenza.

“Apa yang bisa kita lakukan? Tunggu data disubmit di GISAID atau berita resmi dari ya⁣ng berwenang,” ujar Riza.

Menurut Julian Tang, Clinical Virologist dari University of Leicester, Inggris, mutasi E484K bukanlah varian baru yang berdiri sendiri.

Mutasi ini terjadi di berbagai belahan dunia dan telah ditemukan di berbagai varian termasuk Variant of Concern (VOC) bagi dunia. ⁣

Mutasi E484K adalah perubahan asam amino urutan ke-484 dari E menjadi K pada protein Spike dari SARS-CoV-2.⁣

Mutasinya terletak di Receptor Binding Domain (RBD), bagian penting protein Spike dan beberapa penelitian membuktikan secara laboratorium mutasi ini menyebabkan penurunan efikasi antibodi. ⁣

⁣Berdasarkan data GISAID per 5 April 2021 terdapat 18.762 virus membawa mutasi E484K dari total 986.156 genom SARS-CoV-2. Jika dipersentasekan maka 1,9 persen dari total mutasi SARS-CoV-2 di dunia versi GISAID.⁣

Mutasi E484K di dunia diketahui ditemukan di beberapa varian “terkenal” seperti B.1.1.7 Bristol, B.1.351 Afrika Selatan, P1 dan P2 Brazil, P3 Filipina, B.1.427/B.1.429 California, B.1.526 New York, B.1.525 Nigeria dan B.1.1.318 Unknown. ⁣

Maka, Riza mengingatkan kita untuk tetap menegakkan protokol kesehatan dan pemerintah menggencarkan tes-lacak-isolasi/diobati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini