Indonesia Geber Ekspor Kopi ke Oman Senilai Rp 24,3 Miliar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kegiatan ekspor di Indonesia saat ini sedang menggeliat. Kali ini Kopi yang sedang menjadi primadona. Tercatat Komite Ekspor Halal Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bersama PT Geber Ekspor Indonesia dan didukung oleh Bank Indonesia mengekspor 36 ton Kopi senilai Rp1,6 miliar ke Negara Oman.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kesultanan Oman, Mohamad Irzan Djohan mengatakan, kerja sama perdagangan ekspor kopi dengan Oman akan berjalan selama satu tahun dengan nilai kontrak sebesar 1,7 juta US dolar atau sekitar Rp24,3 miliar.

“Kebutuhan kopi semakin besar di Oman, selama ini kehadiran kopi Indonesia di Oman banyak didatangkan dari negara ketiga,” kata Irzan.

Irzan mengatakan, Oman merupakan salah satu negara dengan konsumsi kopi yang besar. Negara ini bahkan tengah banyak membangun kafe-kafe untuk sekedar minum kopi.

“Jadi ini adalah sesuatu yang kami harapkan akan berjalan baik ke depan,” katanya.

Irzan berharap komoditas lain bisa mengikuti ekspor ke Oman. Mengingat sudah ada dukungan dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Berdasarkan data dari Pusat Pengkajian Perdagangan Luar Negeri (Kapuska Daglu) Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kementerian Perdagangan, menunjukan ekspor produk halal Indonesia ke Timur Tengah terus mengalami peningkatan.

Tercatat pada periode Januari-Agustus 2021 mencapai USD281,1 juta atau Rp 4 triliun. Ekspor produk halal ke Timur Tengah masih didominasi oleh kebutuhan makanan-minuman dan komoditas perkebunan seperti kopi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini