Ikut Umrah, 13 Warga Indonesia Diisolasi Karena Positif Covid19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebanyak 13 orang Indonesia menjalankan ibadah umrah dan terkonfirmasi positif Covid19 kini diisolasi muassasah serta Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Padahal sebelum berangkat mereka semua sudah negatif Covid19 melalui tes usap di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim dalam sebuah diskusi webinar Satgas Penanganan Covid19 di Jakarta, Rabu 11 November 2020.

Kini seperti dilansir Antaranews mereka diisolasi serta menunggu dilakukan tes usap ulang untuk menentukan apakah masih terdapat virus corona jenis baru yang menyebabkan Covid19.

Jamaah umrah Indonesia periode uji coba tersebut berangkat dalam tiga kelompok terbang (kloter) ke Saudi pada 1 November, 3 November dan 8 November 2020.

Ibadah umrah dibuka Pemerintah Arab Saudi untuk warga negara asing secara terbatas sejak awal November ini.

Jemaah Indonesia dari ketiga kloter itu berjumlah 359 orang. Setibanya di Mekkah, langsung dites usap selama karantina.

Dari dua kali tes usap gelombang pertama terdapat delapan anggota jemaah yang positif Covid19, sedangkan tes gelombang kedua ada lima jamaah positif. Tes ketiga tidak ada yang terinfeksi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini