Ikut Komentari Kasus UAS, Anggun C Sasmi Diserang Netizen

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kasus ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menyinggung soal salib tengah menjadi sorotan publik. Tak terkecuali penyanyi Anggun C Sasmi.

Penyanyi Indonesia yang sudah ‘go international’ itu bahkan ikut berkomentar soal kasus tersebut lewat akun Instagramnya. Dalam Instagramnya, Anggun mengunggah kolase foto UAS dan Meliana, perempuan yang beberapa waktu lalu dijerat hukum pidana penistaan agama lantaran mengkritik volume azan di Tanjungbalai.

Lewat postingannya itu, Anggun seolah menilai jika kasus kedua orang tersebut serupa. Namun terlihat ada ketimpangan dalam penindakannya. Sebab kata Anggun, Meliana berasal dari kaum minoritas, sementara UAS dari mayoritas.

“Meliana & Somad. Minoritas VS Mayoritas #Kenyataan,” tulis akun Anggun, Rabu 21 Agustus 2019.

Seolah mengaitkannya dengan kasus tersebut, Anggun juga bercerita tentang pengalamannya soal toleransi umat beragama di Paris.

“Saya tinggal di Paris, saya Muslim dan minoritas di negeri Prancis. Di awal karir, saya pernah dianjurkan untuk tidak memberi tahu tentang agama saya agar agama2 lain yang menjadi mayoritas tidak merasa terganggu. Dari sini lah saya mulai mengerti arti kata ‘minoritas’ karena sangat merasakannya, dan hingga saat ini saya selalu mempunyai empati kepada mereka yang harus terus mengalah supaya tidak ‘mengganggu’ yang jumlahnya lebih banyak. Lebih banyak belum tentu berarti benar,” tulisnya.

Postingan Anggun tersebut pun viral. Namun kemudian menuai pro kontra di kalangan netizen. Unggahannya itu pun langsung diserbu komentar netizen.

“Publik figur hrs bikin suasana makin adem…jgn posting yg bikin memperkeruh keadaan,” tulis akun @fadku**.

“Seharusnya ini tidak patut bila anda yg memposting sebagai publik figur… Setelah anda posting anda bisa tidur nyenyak dinegara baru anda… Sdgkan kami di Indonesia dgn berbagai isu isu… Termasuk ini,” komentar akun lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini