IKN Bisa Kembalikan Kejayaan RI Jadi Paru-paru Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, PENAJAM – Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara melalui salah satu cirinya yakni ramah lingkungan dapat mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai paru-paru dunia. “Kejayaan Indonesia sebagai paru-paru dunia akan kita wujudkan kembali,” ujar Kepala Otorita Bambang Susantono

Nantinya wilayah ibu kota baru ini akan lebih hijau lagi karena Otorita akan melakukan penghutanan kembali atau reforestasi. Dari lahan seluas 256 ribu hektare, hampir dua pertiganya akan menjadi zona rimba atau hutan tropis. Dengan demikian, hutan di wilayah ini memiliki potensi bisa menyerap karbon.

Hutan dengan plasma nutfahnya dan keragaman hayatinya kalau rancangannya sedemikian rupa mampu menarik emisi karbon, maka hutan tersebut akan menjadi penyerap karbon.

“Kita ingin dari tahap pelaksanaan sampai dengan pengembangan dan seterusnya, IKN memang benar-benar menjadi kota yang bisa diandalkan dari sisi kualitas lingkungan hidup,” kata Bambang.

Dia juga berharap kualitas lingkungan hidupnya lebih bagus, hidupnya lebih sehat, maka orang-orang yang tinggal di wilayah ini akan lebih produktif. Ramah lingkungan atau green merupakan salah satu ciri. IKN kedepannya akan menjadi tolok ukur baru dari peradaban pengembangan kota di Indonesia.

“Akan kita bangun sebagai kota yang globally connected, locally integrated. Jadi, memang ini merupakan salah satu contoh bagaimana kita selalu berinteraksi dan berkolaborasi ke depan sehingga harapan saya sebagai Kepala Otorita pembangunan ibu kota baru negara ini bisa berlangsung dengan baik,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini