Horor, Perempuan Ini Beli Liontin dari Cina, Isinya Ternyata Abu Jenazah

Baca Juga

MATA INDONESIA, GATINEAU – Seorang perempuan yang tinggal di wilayah Gatineau, Quebec, mendapatkan pengalaman mengerikan saat melakukan belanja online via situs Amazon.

Perempuan bernama Nadine Roy itu mengatakan bahwa ia membeli kalung dengan liontin berbentuk kupu-kupu. Namun, ia menemukan abu yang ia yakini seperti sisa-sia kremasi manusia atau hewan dalam liontin tersebut.

Ia mengungkapkan membeli kalung tersebut untuk menyimpan abu neneknya yang belum lama ini meninggal. Akan tetapi, ia terkejut dan merasa terganggu setelah kalung yang dikirim dari Cina sudah berisi abu dan rambut jenazah.

“Saya sakit perut. Saya bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Ini sangat tidak bisa diterima. Saya sangat jijik dan saya minta maaf kepada arwah (di dalam kalung ini), saya hanya merasa mengganggu,” tulis Nadine dalam ulasan di laman Amazon produk tersebut, melansir CBC.

Nadine awalnya membeli empat liontin dari tiga penjual Amazon secara terpisah untuk dirinya, ibunya, saudara laki-lakinya, dan seorang teman keluarga untuk menyimpan abu neneknya sebagai kenang-kenangan.

Kalung kupu-kupu yang dia pilih untuk dirinya dijual dengan merek WINNICACA oleh penjual asal Cina, Minfeel Jewelry, yang oleh Amazon disebut sebagai penjual yang baik dengan peringkat yang mengesankan, yakni 4,8 bintang berdasarkan ulasan dari lebih dari 300 pelanggan.

Dalam sebuah wawancara dengan CBC, Nadine mengatakan bahwa dia pertama kali menyadari ada sesuatu yang tidak beres ketika liontin yang ia beli untuk saudara laki-laki dan ibunya dibungkus sepenuhnya dan dikemas dalam plastik, tetapi liontinnya tiba dalam kantong plastik bergaya Ziploc.

“Ketika saya membuka tabung (liontin)… saya memiringkannya dan semua debu ini keluar. Saya segera menyadari bahwa itu sebenarnya abu. Ada sedikit bulu di dalamnya. Saya kehabisan kata-kata,” sambung Nadine.

Nadine kemudian menghubungi Amazon dan Minfeel Jewelry untuk menjelaskan insiden yang dialaminya. Sang penjual mengembalikan uang yang Nadine bayarkan sebesar 56,96 USD untuk membeli kalung itu. Namun, tidak dapat menyediakan barang pengganti karena masalah stok.

Kini kalung tersebut tergantung di cabang pohon di sebuah pemakaman di wilayah Ottawa, demikian dikatakan Nadine yang tidak ingin mengambil risiko terkait abu jenazah di dalam kalung tersebut.

“Saya pergi ke kuburan, meletakkannya di pohon di suatu tempat yang damai, tenang, indah untuk dilihat dan dibiarkan begitu saja di sana. Saya pikir itu hal paling terhormat yang bisa saya lakukan,” tuntasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini