Holding BUMN Ultra Mikro Hapus Kesenjangan Ekonomi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pembentukan holding BUMN Ultra Mikro (UMi) merupakan langkah efektif dalam menstimulus kinerja ekonomi masyarakat bawah dan menghapus kesenjangan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Pengamat kebijakan publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Satria Aji Imawan

Ia mengatakan, langkah pemerintah melakukan holding tiga BUMN yang dikenal fokus pada pemberdayaan ekonomi dan usaha wong cilik, dapat menjadi program yang efektif dalam menstimulus kinerja ekonomi masyarakat bawah.

Dengan demikian harapannya bisa menekan kesenjangan ekonomi. “Holding ultra mikro baik di dalam mengarahkan peningkatan kinerja UMKM dan menurunkan gap kesenjangan,” katanya

Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali pada pada Kamis 1 Juli 2021. PPKM Darurat akan diberlakukan selama kurun waktu 3-20 Juli 2021.

Langkah itu ditempuh pemerintah sebagai respon lonjakan Covid-19 di Tanah Air beberapa waktu belakangan akibat penyebaran varian baru virus corona.

Untuk memperkuat ekosistem usaha ultra mikro, lanjutnya, pemerintah melalui Kementerian BUMN mengambil langkah holding tiga BUMN yang memang selama ini dikenal fokus pada pemberdayaan UMKM dan usaha ultra mikro.

Holding tersebut melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. BRI ditunjuk sebagai induk holding.

Satria menyebut dengan holding itu, program pemberdayaan khususnya pada banyak pelaku usaha baru akan semakin efektif. Ketiga BUMN akan saling menguatkan dalam menunjang kinerja.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bergerak Cepat Optimalkan Sertifikasi Halal Gratis Bagi UMKM

*) Oleh: Ahmad Fauzan WibowoTransformasi ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi ataupertumbuhan industri skala besar, tetapi juga oleh kemampuan negara memperkuatfondasi ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam konteks tersebut, program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) yang dijalankan pemerintah merupakan langkah strategis yang layak diapresiasi karena memberikan kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas, kredibilitas, dan daya saing produknya. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, sertifikasi halal tidak lagi dipandang sekadar pemenuhan kewajibanadministratif, melainkan telah menjadi instrumen penting dalam membangunkepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar. Oleh karena itu, ajakanpemerintah agar pelaku UMKM segera memanfaatkan kuota sertifikasi halal gratis perlu direspons secara cepat dan positif oleh seluruh pelaku usaha.Lebih jauh, sertifikasi halal saat ini telah berkembang menjadi bagian dari standarmutu produk yang diakui secara luas. Indonesia sebagai negara dengan jumlahpenduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi besar untuk menjadi pusatindustri halal global. Potensi tersebut tentu tidak dapat diwujudkan tanpa keterlibatanaktif UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional....
- Advertisement -

Baca berita yang ini