Hati-Hati, Beredar Surat Palsu Pembekalan Calon ASN

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Kepada para calon aparatur sipil negara (ASN) harap berhati-hati, karena belakangan beredar surat palsu dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menyebutkan nama-nama mereka yang diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS), salah satunya di Kementerian Hukum dan HAM.

Hal tersebut diungkapkan BKN melalui akun resmi twitternya #ASNKiniBeda @BKNgoid. Menurut BKN surat yang berkop BKN Jawa Timur tersebut palsu dan isi pesannya hoax.

“Sekali lagi u/ pengadaan ASN, BKN tak keluarkan produk lain kecuali Pertimbangan Teknis (Pertek). Pertek ini pun hanya ada dlm sistem, pakai tanda tangan digital, bukan tanda tangan basah. Wahai para penipu, berhenti skrg atau kami laporkan kpd @CCICPolri.
@DivHumas_Polri 😡😠,” begitu pernyataan dari BKN yang dikutip Senin 28 Juli 2019.

Hal itu juga dipertegas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Boalemo TOTOK BUDIYANTO, AMDIP, SH melalui akun twitternya @AmdipSh.

Menurut dia ada kejanggalan pada surat tersebut yaitu penyebutan nama instansi Depkumham. Saat ini nomenklatur tersebut sudah tidak ada lagi, yang digunakan adalah Kementerian Hukum dan HAM RI.

“Hati hati dengan tindak penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dalam lingkaran biru bertuliskan DEPKUMHAM sdh menunjukkan kesalahan dlm penyebutan nomenklatur saat ini KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM RI bukan DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM. Terima kasih 🙏🙏.”

Ternyata bukan hanya untuk Kementerian Hukum dan HAM, namun BKN juga menemukan surat pembekalan calon ASN untuk seluruh kementerian.

Surat dengan kop surat BKN tanggal 25 Juli 2019 menyatakan soal rencana pengumuman dan pembekalan ASN yang lolos seleksi di masing-masing kementerian.

BKN menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat tersebut.

suratpalsubkn
Surat Palsu BKN. (twitter @BKNgoid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergi Energi dan Teknologi Indonesia–Jepang Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Geopolitik Global

Oleh: Andika Ramadhan*Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggerakkan diplomasi strategis melaluikunjungan resmi ke Jepang guna memperkuat kolaborasi energi dan teknologi sebagaifondasi masa depan Indonesia. Langkah ini tidak hanya dimaknai sebagai penguatanhubungan bilateral, tetapi juga sebagai respons adaptif terhadap dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi serta ketahananenergi dunia.Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap global menunjukkan kecenderungan meningkatnyafragmentasi ekonomi, disrupsi rantai pasok, serta volatilitas harga energi akibat konflikgeopolitik di berbagai kawasan. Dalam konteks tersebut, Indonesia memandang pentinguntuk memperluas kemitraan strategis dengan negara-negara maju yang memiliki kapasitasteknologi tinggi dan stabilitas ekonomi kuat, seperti Jepang.Kunjungan Presiden menghadirkan pertemuan penting dengan Kaisar Jepang, Naruhito, sertajajaran pemerintah Jepang, termasuk Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pertemuan tingkattinggi ini menjadi simbol kuat dari kesinambungan hubungan kedua negara yang telahterjalin selama puluhan tahun, sekaligus menjadi momentum untuk memperluas cakupankerja sama yang lebih relevan dengan tantangan global saat ini.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakanlangkah konkret dalam memperkuat fondasi persahabatan kedua negara. Ia menyebutkanbahwa pembahasan mencakup sektor strategis seperti perdagangan, teknologi, pendidikan, kehutanan, dan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memperluaspeluang ekonomi, tetapi juga mempercepat transfer pengetahuan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini