Harus Ada Roadmap Penghapusan Subsidi BBM

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Beban subsidi energi pemerintah makin berat. Apalagi, di tengah peningkatan harga energi global seiring berbagai peristiwa yang terjadi di dunia baru-baru ini.

Pejabat Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengakui bahwa pemerintah sebenarnya memiliki peta jalan (roadmap) terkait hal ini. ”Sebenarnya untuk detail roadmap, bahkan termasuk timeline pelaksanaannya di level teknikal kami punya,” ujar Plt Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF Kemenkeu Abdurohman, Rabu 21 September 2022.

Sayangnya, ia tak menjelaskan lebih lanjut apa yang ada dalam roadmap tersebut. Namun, ia menegaskan, kalaupun pemerintah akan menghapus subsidi BBM, maka akan sangat bergantung dengan berbagai situasi dan kondisi, yaitu kondisi harga energi itu sendiri, kemudian kondisi perekonomian, dan juga terkait dengan kondisi politik.

“Jadi, akan sangat bergantung pada waktu yang tepat untuk menghapus subsidi BBM dalam jangka pendek. Apalagi, ada juga opsi pilihan politik,” jelasnya.

Abdurohman juga menyinggung bahwa pemerintah juga memiliki harapan untuk mengurangi beban subsidi energi, yaitu lewat pengalihan subsidi energi yang berbasis komoditas menjadi subsidi yang berbasis benefit, yaitu memberikan subsidi secara langsung kepada mereka yang membutuhkan.

Pemberian subsidi secara langsung ini bisa lewat program perlindungan sosial untuk mendukung masyarakat miskin. Hal ini juga mengerdilkan kemungkinan subsidi energi yang tidak tepat sasaran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG Dikawal Para Ahli, Masa Depan Gizi Anak Makin Terjamin

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi salah satu kebijakan strategispemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengahberbagai tantangan pembangunan, mulai dari stunting, kesenjangan akses panganbergizi, hingga kebutuhan peningkatan kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045, kehadiran MBG menunjukkan komitmen negara untuk memastikan setiap anakIndonesia mendapatkan hak yang sama atas asupan gizi yang berkualitas. Pemerintahterus memperkuat tata kelola dan pengawasannya dengan melibatkan para ahli gizi, tenaga kesehatan, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya semakin optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap MBG juga datang dari kalangan akademisi dan praktisi gizi. Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB Departemen Gizi, Lesda Lybaws, menilai program MBG merupakan langkah yang efektif untuk memutus rantai stunting...
- Advertisement -

Baca berita yang ini