Harga Rokok Bakal Naik Tahun Depan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar buruk bagi perokok. Tahun depan rencananya harga rokok akan dinaikkan. Hal ini karena Pemerintah menargetkan penerimaan cukai di 2022 bisa tembus di angka Rp 203,9 triliun, naik 11,9 persen dari outlook 2021. Salah satunya untuk mencapai target ini adalah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok di tahun depan.

Target tersebut ditetapkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022. ”Untuk cukai hasil tembakau (CHT) memang ada target kenaikan,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2022, Senin 16 Agustus 2021.

Sri Mulyani tidak merinci soal besaran kenaikan cukai rokok di tahun depan. Hanya saja Sri Mulyani memastikan bahwa kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau atau cukai rokok tersebut dirumuskan dengan mempertimbangkan banyak faktor.

Pertama, mempertimbangkan aspek kesehatan terutama perokok khususnya anak-anak.
Kedua, mempertimbangkan sisi tenaga kerja, khususnya buruh yang bekerja di industri hasil rokok. 
Ketiga, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi para petani tembakau. Terakhir, kebijakan ini juga mempertimbangkan penerimaan negara dan permasalahan rokok illegal. ”Ini keempat hal yang selalu menjadi faktor di dalam menentukan kenaikan cukai hasil tembakau tahun depan,” ujarnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini