Hanya Bertahan Beberapa Puluh Menit, Kerumunan PA 212 Dibubarkan Petugas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aksi massa melakukan kerumunan yang diberinama Reuni 212 berangsur dibubarkan aparat keamanan menggunakan sepeda motor trail, menjelang dzuhur, di sekitar Patung Kuda, Thamrin, Kamis 2 Desember 2021.

Aparat yang membubarkan massa tersebut terdiri dari unsur TNI, polisi dan polisi militer yang meminta massa meninggalkan lokasi yang antara lain di dekat Stasiun Gambir dan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Mereka memilih membubarkan diri karena kalah jumlah dengan aparat keamanan.

Peserta aksi itu meninggalkan tempat dengan berjalan beriringan sambil meneriakkan salawat dan sesekali takbir. Para peserta aksi tersebut umumnya mengarah ke kawasan Tanah Abang.

Sebelumnya mereka mencoba berorasi di jalan MH Thamrin dekat barikade yang dibuat beberapa ratus meter dari Patung Kuda.

Namun, aksi tersebut hanya dilakukan beberapa menit saja sampai akhirnya mereka bubar setelah diminta aparat.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan menegaskan peserta aksi Reuni 212 yang nekat menggelar aksi kerumunan akan dipidana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini