Hanura Jabar Siap Usung Ridwan Kamil Jadi Capres 2024

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Dukungan penuh bakal dilakukan oleh Partai Hanura untuk Ridwan Kamil untuk maju kembali menjadi Gubernur Jawa Barat atau berkompetisi di level Pemilihan Presiden.

 Ketua DPW Hanura Jabar, Dian Rahadian mengatakan latar belakang pernyataan itu didasari belum adanya figur lain yang potensial dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2024. Ditambah, belum ada partai lain yang terlihat mendeklarasikan calon yang akan diusung.

“Karena memang semua belum ada yang mendeklarasikan sebagai Gubernur Jabar di periode yang akan datang,” katanya.

Tak hanya di level Pemilihan Gubernur Jawa Barat, DPW Hanura Jabar mendukung Ridwan Kamil maju dalam Pemilihan Presiden 2024. DPW Hanura Jabar mengusulkan dukungan tersebut kepada pengurus partai di tingkat pusat agar bisa masuk dalam pertimbangan.

“Mau di level daerah atau nasional, DPD Partai Hanura Jabar akan mendukung Ridwan Kamil,” ujar dia.

Di sisi lain, Partai Hanura berbenah dalam menghadapi kontestasi politik tahun 2024 mendatang. Pembenahan tersebut dalam rangka merealisasikan target masuk sebagai lima partai dengan perolehan suara terbesar nantinya.

Selama satu tahun terakhir, perbaikan struktur partai hingga ke tingkat basis menjadi fokus pengurus. Ia ingin semua DPC lolos verifikasi faktual dan administrasi. “Kami bersama-sama menargetkan untuk DPRD Jabar minimal 5 kursi,” katanya.

Sekjen DPP Hanura, Kodrat Shah menambahkan, upaya menaikkan kepercayaan dari masyarakat dilakukan dengan pola pendekatan melakukan kegiatan sosial di masa pandemi Covid-19.

“Jadi seluruh DPD sudah satu arah dan telah membangun komunikasi antar tingkat kepengurusan sehingga hubungan para kader sangat bagus hari ini dan semua solid untuk membesarkan Partai Hanura,” katanya.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku siap untuk maju menjadi calon presiden pada 2024. Namun demikian, saat ini dirinya hanya tinggal menunggu jalan.

“Sebelumnya saya tidak pernah bercita-cita untuk menjadi gubernur, tiba-tiba ya Alhamdulillah. Untuk 2024, kalau jalannya terbuka saya Bismillah,” katanya.

Sebagai salah satu tokoh nasional, pria yang akrab disapa sebagai Kang Emil tersebut masuk tiga besar survei Indikator Politik Indonesia untuk Pilpres 2024.

Politisi yang tidak menjadi kader partai politik tersebut mengaku tidak akan ngotot untuk bisa menjadi orang nomor satu di Indonesia tersebut.

“Kalaupun tidak (maju) ya tidak ada penyesalan, bagi saya jabatan itu hanya ibadah, jabatan hanya sementara, jabatan ini hanya untuk kebermanfaatan,” ujarnya.

Sementara Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi juga memberikan dukungan untuk teman satu almamaternya tersebut. Menurut dia, mantan Wali Kota Bandung itu pantas dan layak memimpin Indonesia ke depan.

“Saya sih doanya jadi presiden aja udah. Di survei beda-beda tipis semua. Kesempatan sama sekarang. Ini bagian dari kompetisi sehat, siapa yang terbaik itulah yang terbaik untuk Indonesia ke depan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini