Hadang Lonjakan Covid-19 Varian Omicorn, Yogyakarta Giatkan Lagi Posko PPKM Mikro Setiap RT

Baca Juga

MATA INDONESIA, YOGYAKARTA – Menghadapi kemungkinan lonjakan Covid-19 terutama varian Omicron di akhir tahun, Pemerintah Kota Yogyakarta semakin giatkan posko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Hal itu diungkapkan Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Rabu 29 Desember 2021.

Heroe mengungkapkan hingga kini posko-posko PPKM di tingkat RT hingga kini masih terus mengirimkan laporan perkembangan Covid-19 di daerah masing-masing.

Kini mereka ditambahi tugas untuk memastikan setiap tamu dari luar daerah yang datang dalam kondisi yang benar-benar sehat.

Selain itu mereka harus dipastikan sudah divaksin serta menerapkan syarat perjalanan yang sudah ditetapkan pada umumnya.

Mereka juga harus berani melarang tamu dari luar daerah yang tidak memenuhi syarat-syarat kesehatan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat dan Jalan Menuju Kesetaraan Pendidikan

*) Oleh : Gavin AsaditPemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat agenda pemerataan pendidikanmelalui Program Sekolah Rakyat yang pada 2026 menjadi salah satu prioritas utamapembangunan sumber daya manusia nasional. Pemerintah memandang pendidikan berkualitastidak boleh hanya dinikmati kelompok masyarakat tertentu, tetapi harus dapat diakses seluruhanak Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga miskin ekstrem dan wilayah denganketerbatasan fasilitas pendidikan. Karena itu, Sekolah Rakyat hadir sebagai langkah strategisnegara untuk membuka akses pendidikan gratis, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakatpaling rentan di berbagai daerah. Program ini dinilai menjadi wujud nyata kehadiran pemerintahdalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraihmasa depan yang lebih baik.Pada Januari 2026, Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Program tersebut menjadi bagian daritarget besar pemerintah untuk membangun 500 Sekolah Rakyat hingga 2029 mendatang. Pemerintah menilai pembangunan pendidikan harus bergerak lebih cepat agar kesenjangan sosialakibat ketimpangan akses pendidikan dapat ditekan secara bertahap. Melalui konsep sekolahberbasis asrama, pemerintah ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampumemperoleh lingkungan belajar yang aman, layak, dan mendukung perkembangan akademikmaupun pembentukan karakter secara optimal....
- Advertisement -

Baca berita yang ini