Gunung Es Terbesar Dunia Pecah, Kiamat Sudah Dekat?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gunung es terbesar di dunia yang berada di Antartika, dilaporkan pecah dan terlepas dari tepiannya di Laut Weddell.

Bongkahan es dari pecahan tersebut berukuran 80 kali pulau Manhattan, Amerika Seriat, dengan panjang 170 kilometer dan lebar 25 kilometer. Selama ini, gunung es tersebut dinamai A-76.

Penamaan tersebut berdasarkan ilmu sains. ESA mengatakan gunung es secara tradisional dinamai dari kuadran Antartika (A) tempat pertama kali terlihat, kemudian nomor urut, kemudian jika gunung es pecah dengan huruf yang berurutan.

Namun, para ilmuwan tidak mengaitkan pecahnya A-76 dengan perubahan iklim dunia yang kian tak menentu.

Sebaliknya, para ahli percaya hal itu adalah bagian dari siklus alami pembentukan gunung es di wilayah tersebut.

Meskipun dilaporkan mencair, bongkahan gunung es itu diprediksi tidak akan menyebabkan kenaikan permukaan laut, karena bongkahan tersebut merupakan bagian dari lapisan es terapung.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing Jadi Pilar Penting Pemulihan Pascabencana Sumatra

Oleh: Bara Winatha*) Bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Aceh menjadi momentum penguatan kepedulian nasional terhadap perlindungan dan pemulihan anak-anak. Dalam setiap situasi darurat, anak-anak mendapatkan perhatian khusus sebagai generasi penerusbangsa yang harus terus tumbuh dengan semangat, rasa aman, dan optimisme. Upaya pemulihan kesehatan mental melalui program trauma healing hadir sebagai langkah strategisuntuk membantu anak-anak kembali beraktivitas, belajar, dan bersosialisasi secara positif. Pendekatan ini memastikan mereka tetap berkembang secara psikologis dengan dukunganyang tepat dan berkelanjutan. Komitmen tersebut semakin nyata melalui sinergi kuat antaralembaga negara, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan yang secara aktifmenghadirkan layanan psikososial berkualitas di wilayah terdampak bencana di Sumatra, sebagai wujud kehadiran negara dalam menjaga masa depan anak-anak Indonesia. Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak...
- Advertisement -

Baca berita yang ini